Breaking News:

Kasus Korupsi Beasiswa

GeRAK: Penetapan Tersangka Kasus Beasiswa tidak Masuk Akal

Askhalani mengatakan, seperti ada sesuatu yang tidak logis dan tidak masuk akal dalam kasus korupsi beasiswa yang ditangani Polda Aceh ini.

Penulis: Subur Dani | Editor: Taufik Hidayat
For: Serambinews.com
Koordinator GeRAK Aceh Askhalani SHI 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Koordinator Gerakan Anti Korupsi ( GeRAK) Aceh, Askhalani angkat bicara terkait penetapan tersangka kasus korupsi beasiswa tahun 2017 oleh Polda Aceh, Selas (1/3/2022).

Dalam keterangan tertulisnnya kepada Serambinews.com, Askhalani mengatakan, jika merujuk pada objek perkara yang ditangani Polda Aceh, maka tidak tepat yang menjadi tersangka dalam kasus itu para pihak yang mengelola pada proses tahapan administrasi.

"Tidak tepat yang kemudian ditetapkan tersangka adalah para pihak yang mengelola pada proses tahapan administrasi saja dan hanya disasar pada pelaku yang sama sekali tidak pernah mendapatkan manfaat dari perbuatan yang dilakukan," tulis Askhalani.

Seharusnya, lanjut Askhalani, perkara ini bisa dilihat secara utuh dan secara rentetan peristiwa pidana. "Di antaranya mereka yang memperkaya diri sendiri dan salah satu pihak yang diduga terbukti melakukan adalah oknum anggota DPRA yang juga melakukan unsur perbuatan secara terencana dan sangat terstruktur, yaitu memperkaya diri sendiri dengan memanfaatkan jabatan yang melekat," tulis Koordinator GeRAK Aceh.

Dari sisi dan proses penegakan hukum, jelas Askhalani, seperti ada ada sesuatu yang tidak logis dan tidak masuk akal dalam kasus tersebut, karena semua publik tahu yang melakukan perbuatan adalah orang lain yang memang meraup keuntungan secara terang-terangan.

"Ini patut diduga ada yang dilindungi dan sama sekali tidak melihat perbuatan pidana pada siapa yang menyuruh dan mendapatkan keuntungan. Jika model penegakan hukum seperti ini maka sampai kapanpun kepercayaan publik menurun dengan proses penegakan hukum yang hanya sekedar selesai, dan sama sekali tidak melihat pada perilaku dan dampak kerugian keuangan negara yang masif dilakukan secara terencana dan sistematis," demikian Askhalani.(*)

Baca juga: MaTA: Polda Aceh Jangan Lindungi Aktor Utama Korupsi Beasiswa Mahasiswa

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved