Internasional

Tentara Rusia Kuasai Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Ukraina, Usai DIserang dan Terbakar Hebat

Tentara Rusia menguasai Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) terbesar di Eropa pada Jumat (4/3/2022).

Editor: M Nur Pakar
AFP/Zaporizhzhia NPP / ESN
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Ukraina mendapat serangan dari pasukan Rusia dan sempat terjadi kebakaran hebat sebelum berhasil dipadamkan pada Jumat (4/3/2022). 

SERAMBINEWS.COM, KIEV - Tentara Rusia menguasai Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) terbesar di Eropa pada Jumat (4/3/2022).

Namun, sebelumnya dibombardir oleh tentara Rusia, sehingga terjadi kebakaran hebat, tetapi sudah berhasil dipadamkan.

"Tidak ada radiasi yang dilepaskan di pembangkit nuklir Zaporizhzhia setelah proyektil Rusia menghantam pusat pelatihan yang bukan bagian dari reaktor," kata Rafael Mariano Grossi, Kepala Badan Pengawas Atom PBB.

Kantor Wali Kota Enerhodar Dmytro Orlov kepada Associated Press (AP) mengatakan petugas pemadam kebakaran Ukraina diizinkan berada di lokasi pada malam hari.

Staf pabrik Ukraina tetap mengendalikan reaktor, kata Grossi, tetapi para pejabat Ukraina mengatakan pasukan Rusia mengambil alih keseluruhan lokasi.

Hanya satu reaktor yang beroperasi dengan kapasitas sekitar 60%, kata PBB.

Baca juga: Rusia Ancam Perang Dunia III Bersenjata Nuklir, Peringatkan NATO Tidak Campur Tangan di Ukraina

Enerhoatom, operator pembangkit nuklir negara Ukraina, mengatakan tiga tentara Ukraina tewas dan dua terluka dalam serangan itu.

Sementara Grossi mengatakan dua orang terluka dalam kebakaran itu.

Kebakaran itu memicu kekhawatiran akan terjadinya bencana serupa dengan kecelakaan Chernobyl 1986, yang terjadi sekitar 65 mil di utara ibu kota Ukraina.

Menteri Luar Negeri Ukraina mentweet , "Jika meledak, itu akan menjadi 10 kali lebih besar dari Chornobyl!"

Baca juga: Israel Tak Sebut Rusia, Hanya Kutuk Serangan ke Situs Holokus di Kiev, Ukraina

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memperbarui seruannya untuk zona larangan terbang, menyebut penembakan itu sebagai teror pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Serangan itu terjadi saat invasi Rusia ke Ukraina memasuki minggu kedua pada Jumat (4/3/20220.

Pasukan Rusia maju ke kota strategis terdekat Zaporizhzhia, yang terletak di Sungai Dnieper.

Pertempuran sengit juga terjadi di sekitar Mariupol, sebuah kota pelabuhan di Laut Azov.

Dalam pembaruan intelijen , pejabat pertahanan Inggris mengatakan Mariupol kemungkinan dikepung oleh pasukan Rusia, dengan infrastruktur sipilnya menjadi sasaran serangan Rusia.(*)

Baca juga: AS Akan Jatuhkan Sanksi ke India karena Tak Dukung Ukraina, Juga Sering Beli Alat Militer ke Rusia

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved