Kamis, 14 Mei 2026

Eks Kombatan GAM Meninggal Ditembak

Ini Pengakuan Pelaku Penembakan Eks Kombatan GAM

Ajrol mengaku nekat menembak M Yusuf, karena sakit hati atas perlakuan korban terhadap keluarganya. 

Tayang:
Penulis: Jafaruddin | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Tersangka utama penembak Eks Kombatan GAM di Aceh Utara memberikan pengakuan terjadian tersebut saat konferensi pers di Polres Aceh Utara. 

Laporan Jafaruddin | Aceh Utara 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Satu dari tiga tersangka yang terlibat dalam kasus penembakan Eks Kombatan GAM sempat memberikan pengakuan dalam konferensi pers di Satuan Reskrim Polres Aceh Utara, Jumat (4/3/2022) sore. 

Konferensi pers digelar Polres Aceh Utara setelah berhasil meringkus ketiga tersangka dan mengamankan barang bukti. Konferensi pers tersebut dipimpin Kapolres Aceh Utara AKBP Riza Faisal melalui Kasat Reskrim Iptu Noca Tryananto. 

Masing-masing tersangka, Ajrol (22), kemudian abang kandungnya, Ajmal (29) dan Fakhrurrazi (42), ketiganya warga Desa Alue Ngom Kecamatan Nibong, Aceh Utara

Diberitakan sebelumnya, M Yusuf lias Mak Usuh allias Burak seorang Eks Kombatan GAM, meninggal dunia setelah ditembak saat duduk di warung kopi kampung halamannya, Desa Alue Ngom Kecamatan Nibong, Aceh Utara, Selasa (1/3/2022) sekitar pukul 12.00 WIB. 

Korban kemudian dikebumikan di belakang rumah orang tuanya.

Di sela-sela konferensi pers tersebut, Ajrol saat menjawab pertanyaan jurnalis menyampaikan, dirinya nekat menembak M Yusuf, karena sakit hati atas perlakuan korban terhadap keluarganya. 

M Yusuf kata Ajrol sering datang ke rumahnya pada malam hari membawa tombak, sering mengancam akan membakar rumah orang tuanya dan mengancam akan merudapaksa ibunya. 

Namun, Ajrol mengaku tidak mengetahui sebab korban sering datang ke rumahnya atau persoalan yang terjadi sebelumnya, antara keluarganya dengan korban.  

"Saya tidak tahu kenapa dia ancam bakar rumah saya, tiap malam datang ke rumah dari belakang membawa lumbeng (tombak), dia pukul abang saya, dan ancam perkosa ibu saya. Dia tidak menghargai keluarga saya, karena itu saya sakit hati,” ungkap Ajrol. 

Ajrol juga mengaku tidak berniat menembak korban di bagian leher untuk membuat korban  meninggal. “Hanya kebetulan saja terkena tembakan di bagian leher, saya tidak berniat menembaknya sampai mati,” ungkap Ajrol dengan wajah menunduk. 

Pemuda tersebut mengaku dirinya selama ini sering memegang senapan angin tersebut untuk menembak hama, jenis babi di kawasannya. “Senjata itu bukan milik saya, tapi pernah memakainya untuk menembak babi,” pungkas Ajrol.

Kemudian Ajrol bersama Ajmal dan Fakhrrurazi dibawa kembali petugas ke Rutan Mapolres Aceh Utara untuk ditahan.(*)

Baca juga: VIDEO Polisi Ringkus Tiga Pria Kasus Penembakan Eks Kombatan GAM di Aceh Utara

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved