Breaking News:

Kasus Beasiswa

Ghazali Abbas Adan Pertanyakan "Bisunya" Suara Anggota DPRA Soal Kasus Korupsi Beasiswa Aceh

Mungkin karena begitu ruwet dan atau boleh jadi agar tidak salah sasaran ketika melakukan pengusutan, penyelidikan dan penyidikan, sehingga

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Ansari Hasyim
Serambinews.com/Handover
Tokoh Aceh yang juga mantan senator, Ghazali Abbas Adan mempertanyakan "bisunya" suara anggota DPR Aceh terkait dengan diumumkannya   tersangka kasus korupsi beasiswa Aceh, oleh Polda Aceh. 

Polda Aceh Tegaskan Kejar Penikmat Dana Beasiswa, Telusuri Aliran Dana

Laporan Fikar W.Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Tokoh Aceh yang juga mantan senator, Ghazali Abbas Adan mempertanyakan "bisunya" suara anggota DPR Aceh terkait dengan diumumkannya   tersangka kasus korupsi beasiswa Aceh, oleh Polda Aceh.

"Sampai sejauh ini kita belum mendengar suara lantang dari anggota DPR Aceh menyangkut kasus beasiswa Aceh. Kemana mereka?" tanya Ghazali Abbas Adan yang pernah juga duduk di Parlemen DPR RI dari Fraksi PPP, Senin (7/3/2022).

Genderang kasus korupsi beasiswa Aceh, sudah begitu nyaring dan bertalu-talu terdengar. Lembaga swadaya masyarakat GeRAK dan MaTA telah dengan kritis menyikapinya. 

"Sejatinya sesuai dengan amanah tupoksi yang melekat pada diri anggota parlemen, mereka tidak boleh apatis. Tapi faktanya anggota parlemen Aceh dari tingkat kabupaten/kota, provinsi dan tingkat pusat sepertinya kompak diam  membisu," ujar Ghazali.

Padahal, lanjut Ghazali, uang rakyat yang dikorupsi itu bukanlah  sedikit.

Semestinya fungsi kontrol terhadap kinerja  pejabat publik dilaksanakan, tentu termasuk mengontrol kinerja anggota DPRA berkaitan dengan pengelolaan keuangan negara untuk beasiswa yang harus tepat sasaran dan bermanfaat. 

Demikian pula kinerja aparat penegak hukum harus bekerja profesional, siapapun yang diduga terlibat tindakan korupsi harus diadili.

Polda Aceh Tegaskan Kejar Penikmat Dana Beasiswa, Telusuri Aliran Dana

Kasus korupsi beasiswa sudah mencuat dan merebak dalam masyarakat sejak tahun 2017 dan baru diumumkan tersangkanya pada 2022.

"Mungkin karena begitu ruwet dan atau boleh jadi agar tidak salah sasaran ketika melakukan pengusutan, penyelidikan dan penyidikan, sehingga memakan waktu yang cukup lama, sehingga  tersangka diumumkan  baru awal tahun 2022," kata Ghazali Abbas Adan.

"Sampai tahap ini saya memberi apresiasi kepada aparat kepolisian, karena sudah mengumumkan hasil kerja kerasnya. Sebab sudah lama masyarakat menunggu," demikian Ghazali Abbas Adan.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved