Minggu, 26 April 2026

Internasional

Menlu AS Temui Menlu Ukraina di Perbatasan Ukraina, Bahas Pasokan Senjata dan Isolasi Rusia

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba bertemu di perbatasan Ukraina dengan Polandia pada Sabtu

Editor: M Nur Pakar
AP
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken (kiri) dan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba berbicara kepada media setelah bertemu di perbatasan Ukraina-Polandia di Korczowa, Polandia, Sabtu (5/3/2022). 

Putaran ketiga dijadwalkan pada Senin (7/3/20220.

Blinken sebelumnya bertemu dengan perdana menteri Polandia dan menteri luar negeri dan mengunjungi pusat penampungan pengungsi.

Jumlah pengungsi bisa meningkat menjadi 1,5 juta pada akhir akhir pekan dari 1,3 juta saat ini, kata kepala badan pengungsi PBB.

Blinken tiba di Polandia dari Brussel, di mana ia bertemu dengan menteri luar negeri dari aliansi NATO, kelompok G7 dan Uni Eropa pada Jumat (4/3/2022).

Blinken membahas upaya Barat untuk menghalangi Rusia melalui program sanksi keras.

Blinken mengatakan sanksi itu menghasilkan hasil nyata, mengacu pada kerusakan ekonomi Rusia dalam beberapa hari terakhir.

“Tekanan itu juga tidak hanya akan berlanjut, itu akan tumbuh sampai perang ini berakhir,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi mengatakan sedang menjajaki undang-undang untuk melarang impor minyak Rusia.

Kongres juga bermaksud memberlakukan $ 10 miliar bantuan untuk Ukraina dalam menanggapi invasi militer Rusia ke tetangganya.

Anggota NATO memberikan bantuan militer ke Ukraina, sebagian besar melewati Polandia.

Baca juga: Operasi Militer di Ukraina Akan Hentikan Jika Target Selesai, Ini yang Ingin Dicapai Rusia

Tetapi telah menolak tuntutan Ukraina untuk menegakkan zona larangan terbang di atas negara itu, dengan mengatakan ini dapat memicu konflik yang jauh lebih luas, bahkan lebih berbahaya.

Rusia menggambarkan tindakannya sebagai operasi militer khusus yang bertujuan melucuti senjata Ukraina.

Terutama, melawan apa yang dilihatnya sebagai agresi NATO dan menangkap para pemimpin Ukraina yang disebut neo-Nazi.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved