Selasa, 5 Mei 2026

Berita Luar Negeri

Rusia Ancam Setop Pasok Gas ke Eropa, 2 Juta Orang Melarikan Diri dari Ukraina

Ancaman itu mereka keluarkan untuk merespons rencana larangan impor minyak Rusia yang akan dilakukan oleh AS dan Eropa

Tayang:
Editor: bakri
The Verge
Kondisi PLTN Zaporizhzhia di Ukraina sebelum dibombardir tentara Rusia. Ini merupakan PLTN terbesar di Eropa dengan 6 reaktor nuklir yang mampu menghasilkan energi listrik 40-42 miliar kWh. 

JAKARTA - Rusia mengancam akan menghentikan pasokan gas alam ke Eropa.

Ancaman itu mereka keluarkan untuk merespons rencana larangan impor minyak Rusia yang akan dilakukan oleh AS dan Eropa.

Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak menggertak jika rencana itu jadi dilakukan, maka negaranya akan memotong pasokan gas di pipa gas Nord Stream 1 yang memompa kebutuhan energi Eropa.

"Sehubungan dengan tuduhan tidak berdasar terhadap Rusia dan pengenaan larangan Nord Stream 2, kami berhak mengambil keputusan cermin dan memberlakukan embargo pada pemompaan gas melalui pipa gas Nord Stream 1, yang hari ini dimuat di tingkat maksimum 100 persen," ujar Novak seperti dikutip dari CNN, Selasa (8/3/2022).

Sejumlah demonstran memprotes invasi Rusia di depan gedung Kedutaan Besar Rusia di Dublin, Irlandia, Senin (7/3/2022).
Sejumlah demonstran memprotes invasi Rusia di depan gedung Kedutaan Besar Rusia di Dublin, Irlandia, Senin (7/3/2022). (AFP/MANDEL NGAN)

Sebagai informasi, Rusia memasok sekitar 40 persen gas Eropa.

Sementara, Jerman, ekonomi terbesar blok itu, bergantung pada Rusia untuk hampir 50 persen gas alamnya.

Sebagai informasi, AS dan Eropa berencana menghentikan impor minyak dari Rusia.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan pada Minggu (6/2/2022) lalu bahwa AS dan sekutunya secara aktif mencari cara untuk melarang impor minyak Rusia.

Larangan diberlakukan sebagai bentuk sanksi atas langkah Rusia menginvasi Ukraina.

Awalnya, kelompok Barat enggan untuk menjatuhkan sanksi signifikan pada sektor energi Rusia karena dampaknya terhadap ekonomi global, tetapi mereka mulai melirik sanksi energi sejalan dengan upaya Eropa mendiversifikasi sumber energinya.

Lebih dari dua juta orang telah melarikan diri dari Ukraina sejak invasi Rusia ke Ukraina diluncurkan kurang dari dua minggu lalu, seperti disampaikan pejabat PBB, Selasa (8/8/2022).

Baca juga: Dianggap Berani Lawan Rusia, Presiden Ceko akan Beri Kehormatan Negara kepada Presiden Ukraina

Baca juga: Inggris Dukung Polandia Kirim Pesawat Tempur ke Ukraina

"Hari ini arus keluar pengungsi dari Ukraina mencapai dua juta orang," kata kepala pengungsi PBB Filippo Grandi dalam sebuah kicauannya.

Sejak 24 Februari, sebanyak 2.011.312 orang telah melarikan diri dari negara yang dilanda perang ke negara-negara tetangga.

Polandia sendiri telah menerima hampir setengah dari mereka yang melarikan diri dari Ukraina.

Laporan pada Selasa (8/3/2022) menunjukkan bahwa 1,2 juta telah menyeberang ke negara itu dalam 13 hari terakhir.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved