Berita Banda Aceh
BPNB Aceh Gelar Workshop Pengembangan Pemajuan Budaya
Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Aceh menggelar Workshop Pengembangan dan Pemanfaatan Objek Pemajuan Kebudayaan Aceh
BANDA ACEH - Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Aceh menggelar Workshop Pengembangan dan Pemanfaatan Objek Pemajuan Kebudayaan Aceh.
Kegiatan itu dilaksanakan, 7-10 Maret 2022.
Worshop dibuka oleh Direktur Perlindungan Kebudayaan Kemendikbud, Irini Dewi Wanti, Senin (7/3/2022) malam di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh.
Para peserta berasal dari berbagai latar belakang.
Direktur Perlindungan Kebudayaan Kemendikbud, Irini Dewi Wanti mengatakan, Aceh memiliki sejarah panjang sejak ratusan tahun lalu, sehingga ada banyak budaya dan adat yang bisa masuk warisan tak benda.
“Aceh sangat banyak objek budaya, misalnya Aceh memiliki manuskrip yang luar biasa, tapi ini sudah diurus atau belum? Mungkin ada beberapa di museum, tapi kajiannya kan perlu ditingkatkan,” ujarnya.
Baca juga: BPNB Aceh-Sumut Kembali Gelar Webinar soal Sastra di Sekolah
Baca juga: BPNB Gelar Workshop Virtual Inventarisasi Warisan Budaya tak Benda Etnis Gayo
Begitu juga dalam hal istiadat, mulai dari lahir hingga kematian, Aceh memiliki adat istiadat tersendiri yang perlu dilindungi.
Oleh karena itu, kata Rini, perlu sinergi semua pihak untuk melindungi ini.
Plt Kepala BPNB Aceh, Drs Nurmatias menyampaikan, workshop ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan upaya konsolidasi dan pelibatan pemerintah kabupaten/kota, serta komunitas dan pelaku budaya supaya bekerja sama dan bersinergi dalam pemajuan kebudayaan, serta dapat melahirkan program-program baru dan strategis dalam pemajuan kebudayaan di Aceh.
“Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan integritas dan kualitas kerjasama dalam pemajuan kebudayaan di Aceh,” ujarnya.
Adapun hasil yang diharapkan dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah tersosialisasi program prioritas pemajuan kebudayaan BPNB Aceh, optimalnya konsolidasi dan pelibatan pemerintah kabupaten/kota dan komunitas supaya bekerjasama dan bersinergi dalam pemajuan kebudayaan di daerah, ketersediaan data terkait nisan dan manuskrip Aceh, serta lahirnya pola kerja sama antarinstansi/lembaga untuk ikut serta dan mendukung program prioritas BPNB Provinsi Aceh.
“Kita berharap dari masing-masing kabupaten/kota bisa memiliki icon atau khazanah budaya yang menjadi keunggulan daerah,” ujarnya.(mun)
Baca juga: Ini Kata Lima Musisi Aceh dalam Webinar BPNB
Baca juga: Masihkah Bernyanyi di Masa Pandemi? Ikuti Jawaban Lima Seniman Musik Aceh dalam Webinar BPNB
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/balai-pelestarian-nilai-budaya-bpnb-provinsi-aceh_danau-toba.jpg)