Berita Aceh Singkil
Menengok Cara Budidaya Kepiting Soka Ala Pemuda Aceh Singkil
Lokasi budidaya kepiting soka milik Majrul, dekat dengan hutan bakau yang menjadi tempat kepiting beranak pinak secara alami.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
"Kepiting besar untuk jadi kepiting soka lama dan tingkat kematiannya tinggi. Sementara kalau yang kecil, lebih cepat dan jarang mati," kata Majrul.
Setelah mendapat kepiting sesuai ukuran, selanjutnya dilakukan pemeriksaan kesehatan.
Baca juga: Budidaya Kepiting Bakau Binaan Baitul Mal Aceh di Simeulue Mulai Dipanen
Langkah ini, mencegah resiko kematian saat proses pembuatan kepiting soka.
Selanjutnya, kaki kepiting dipotong dan dimasukan dalam kotak khusus yang mengapung di atas air.
Kotak tersebut telah dibolongin.
Langkah terakhir, menaruh kotak berisi kepiting dalam kolam air payau.
Setiap sore diberi makan potongan ikan segar yang dimasukan melalui lubang kotak, tujuannya supaya kepiting soka sehat setelah dipanen.
"Tunggu sekitar 14 sampai 20 hari kepiting soka sudah bisa dipanen," ujar Majrul.
Setiap hari, Majrul memanen 3 Kg sampai 4 Kg kepiting soka.
Per Kg dijual Rp 150 ribu.
Sejauh ini, kepiting soka hasil budidaya Majrul dijual untuk memenuhi kebutuhan lokal.
Lantaran, produksi yang dihasilkan belum mampu penuhi permintaan luar daerah.
"Sesekali saja dikirim ke Medan dan Banda Aceh, karena produksinya belum mampu penuhi pasar luar daerah. Sekarang berapa ada langsung habis," kata Majrul.
Memuaskan pelanggan Crab King Gostel Jaya ,nama bisnis kepiting Soka pemuda 20 tahun itu buka 24 jam.
Lokasinya di pinggir jalan samping SMA Negeri 1 Singkil Utara arah ke Desa Gosong Telaga Utara.
Menyantap kepiting soka hasil budidaya Majrul membuat ketagihan.
Ketika digoreng dengan balutan tepung dagingya lunak dan gurih.(*)
Baca juga: Maknyusnya Martabak Kepiting Asal Pijay, Bermula dari Coba-coba Kini Jadi Kuliner Incaran Konsumen
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/menunjukan-cara-pembuatan-kepiting-soka-kamis-1032022.jpg)