Berita Aceh Tamiang
Warga Kirim Pantun ke Camat Bendahara Keluhkan Banjir di Tamiang
Camat Bendahara, Fakhrurrazi Syamsuyar mengaku banyak menerima keluhan atau curhat masyarakat lewat sajak pantun terkait musibah banjir
KUALASIMPANG - Camat Bendahara, Fakhrurrazi Syamsuyar mengaku banyak menerima keluhan atau curhat masyarakat lewat sajak pantun terkait musibah banjir yang kerap melanda kawasan pesisir Bendahara.
"Kondisi banjir ya, seperti itu lah kira-kira.
Sungai meluap lagi, padahal bekas banjir awal bulan Maret lalu belum hilang, hari ini datang lagi.
Sampai ada warga Kampung Teluk Halban buat pantun dikirimkan ke saya sebagai ungkapan perasaan sedih masyarakat," kata Fakhrurrazi Syamsuyar, Jumat (11/3/2022).
Berikut bait-bait pantun bahasa Tamiang yang dikirim warga kepada camat: "Naik perahu menuju Berandan, singgah sebentar di pulau Sembilan.
Sudah nasib Teluk Halban banjir datang sudah setiap bulan".
"Tepung ketan siberas pulut, hendak dibuat sikueh talam.
Entahkan pasang ataupun surut, namun airnya bertambah dalam".
"Berandan name kota-nya dekat dengan Pangkalan Susu.
Nasib badan cek berdaya kite sudah berbuat urang cek tahu".
Kemudian, Camat Bendahara, Fakhrurrazi Syamsuyar juga membuat pantun balasan untuk memotivasi warga Taluk Halban agar tidak larut dalam berkeluh kesah.
Baca juga: Soroti Banjir di Tamiang, Haji Uma Minta Pemerintah Atasi Tanggul dan Penebangan Hutan
Baca juga: Banjir di Tamiang belum Surut, Warga Telukhalban Mulai Bergantung pada Dapur Umum
"Kalaulah singgah ke pulau Sembilan.
Jangan lupe membeli ikan.
Walaupeh pedeh nasib Teluk Halban, pelen usahe tetap kite lakukan".
"Kalau hendak menuju Berandan janganlah tibe di hari petang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/banjir-aceh-tamiang-01-03-2022.jpg)