Breaking News:

Sumur Minyak Tradisional Terbakar

Iskandar Usman Bezuk 2 Korban Kebakaran Sumur Minyak di RSUDZA

Kedua korban sumur minyak tradisional di Desa Mata Ie, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, yang terbakar, Jumat (11/3/2022) malam dijenguk Anggota

Penulis: Subur Dani | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Anggota DPRA, Iskandar Usman Al-Farlaky, Minggu (13/3/2022), membezuk dua korban kebakaran sumur minyak tambang tradisional di Desa Mata Ie, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, di ruang ICU RSUDZA, Banda Aceh 

Kedua korban sumur minyak tradisional di Desa Mata Ie, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, yang terbakar, Jumat (11/3/2022) malam dijenguk Anggota DPRA Dapil Aceh Timur ini, Minggu (13/3/2022). 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Anggota DPRA dari Daerah Pemilihan Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, Minggu (13/3/2022), membesuk dua korban kebakaran sumur minyak tambang tradisional di Desa Mata Ie, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, yang kini sedang dirawat di ruang ICU RSUDZA Banda Aceh.

Mereka adalah Junaidi (31), beralamat Desa Blangbaroem, Kecamatan Ranto Peureulak dan Boy Risman/Baihaqi (3), alamat Peudawa, Aceh Timur.

Dalam kunjungannya ke ruang ICU, Sekretaris Komisi V DPRA ini ditemani para staf adminitrasi serta tenaga medis RSUDZA Banda Aceh. Al-Farlaky juga disambut oleh keluarga kedua pasien asal Aceh Timur itu. Kepada mereka, Iskandar meminta agar tabah menerima cobaan.

"Kita doakan semoga cepat membaik," katanya di hadapan keluarga pasien.

Kata Al-Farlaky, kedua korban sudah menjalani operasi pertama kemarin di RSUDZA. Sementara Safrizal atau Dekgam, yang berasal dari Desa Blangbarom, Kecamatan Ranto Peureulak, salah satu korban lain meninggal dunia di Bireuen dalam perjalanan rujukan ke RSUDZA. 

Baca juga: Sudah Dua Kali Sumur Minyak Tradisional Terbakar di Alue Punoe

"Sempat dibawa ke RS dr Fauziah. Jenazah kemudian langsung dibawa pulang ke Desa Blangbarom, dan sudah dikebumikan kemarin. Almarhum juga keluarga saya, dengan luka bakar sekitar 85 persen," kata Iskandar Al-Farlaky kepada wartawan.

Dia menjelaskan, usai mengalami kebakaran, ketiganya sempat dibawa ke Puskesmas Ranto Peureulak, kemudian ke RS SAAS Peureulak. "

Dari awal kejadian saya monitor dan meminta rekan-rekan disana segera rujuk ke Banda Aceh untuk penanganan medis lebih lanjut," ujarnya, seraya mengajak semua pihak untuk fokus menolong korban serta keluarga duka.

Lebih lanjut Al-Farlaky menjelaskan, sesuai data yang ia peroleh, peristiwa kebakaran sumur minyak tradisional merupakan kedua setelah insiden di Desa Pasir Putih, kecamatan yang sama tahun 2018 lalu. Kejadiannya juga hampir sama, dipicu semburan minyak dalam debit yang besar, sehingga tidak bisa dikendalikan dan ditampung oleh pekerja tambang. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved