Sabtu, 11 April 2026

Berita Aceh Utara

Operasional Dua Pabrik PIM Terhenti, Mentan Telepon Menteri ESDM

Operasional dua pabrik PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) yang berada di kawasan Kecamatan Dewantara, Aceh Utara sudah terhent

Editor: bakri
For Serambinews.com
Sebuah kapal dari Srilangka masuk ke dermaga Pupuk Iskandar Muda untuk ekspor urea. 

LHOKSUKON – Operasional dua pabrik PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) yang berada di kawasan Kecamatan Dewantara, Aceh Utara sudah terhenti selama sepekan lebih, menyusul terkendala pasukan gas dari Perta Arun Gas (PAG).

Kedua pabrik yang terhenti tersebut yakni Pabrik Amoniak-2 dan Pabrik Urea-1.

Padahal, PIM baru dapat mengoperasikan empat pabrik pada 29 Januari 2022 setelah dapat mengoperasikan Pabrik Amoniak-1 atau proses reaktivasi PIM-1.

Pabrik tersebut sudah sekitar 10 tahun terhenti karena terkendala dengan pasokan bahan baku, dan persoalan teknis.

KAWASAN PT AAF yang dibeli PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Krueng Geukuh, Aceh Utara, Selasa (26/2). PT PIM membeli AAF dengan harga Rp 624 miliar.
PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Krueng Geukuh, Aceh Utara. (SERAMBI/ZAKI MUBARAK)

“Karena gasnya terbatas sehingga satu pabrik urea dan satu pabrik amoniak dihentikan sementara.

Ya, kita menunggu sampai adanya gas,” ujar VP Humas PIM, Nasrun kepada Serambi, Sabtu (12/3).

Namun, satu pabrik lagi, Amoniak-1 dan pabrik urea-2 masih tetap beroperasi.

“Bebeberapa waktu lalu kan ketika reaktivasi PIM-1, sudah dapat kita aktifkan empat pabrik, dua pabrik amoniak dan dua pabrik urea.

Namun, karena keterbatasan gas, sehingga kita matikan satu (satu urea dan satu amoniak), karena yang dipasok tidak cukup untuk kedua pabrik,” ujar Nasrun.

Kondisi terhentinya operasional pabrik tersebut sudah berlangsung selama sepekan lebih.

Baca juga: Dampak Limbah Amoniak PT PIM Dibuang ke Laut, Anggota DPR RI Minta Tim KLH RI Turun ke Aceh Utara

Baca juga: PT PIM Raih Penghargaan Emerging Industry Leader, Masuk BUMN Unggul 2021

“Manajemen belum mendapat informasi kapan mendapatkan pasokan gas yang memadai lagi untuk bisa mengoperasikan empat pabrik,” kata Nasrun.

Proses suplai gas itu dari PT Medco ke Pertamina, kemudian baru disuplai ke PIM setelah adanya proses.

Sementara Direktur Operasi dan Produksi PT PIM, Jaka Kirwanto menyebutkan, pasokan gas yang diberikan sebelumnya hanya mampu menjalankan tes pengujian pabrik saja.

Sementara alokasi gas yang dijanjikan pemerintah hingga saat ini belum datang.

Pasokan bahan baku hanya mencukupi untuk reaktivasi pabrik PIM-2.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved