Jumat, 1 Mei 2026

Berita Jakarta

Kemenang Usul Biaya Haji Rp 42 Juta, Samsu Niang: Masih Terlalu Tinggi

Kementerian Agama (Kemenag) mengusulkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahun 1443 Hijriah/2022 Masehi tanpa ada komponen protokol

Tayang:
Editor: bakri
Foto: IST
Kakanwil Kemenag Provinsi Aceh, Dr H Iqbal SAg MAg (kanan) melakukan silaturrahmi dengan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag RI Prof Hilman Latief di ruang kerjanya di Jakarta, Rabu (12/1/2022) 

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) mengusulkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahun 1443 Hijriah/2022 Masehi tanpa ada komponen protokol kesehatan (protkes) Covid-19 sebesar Rp 42.452.369 per jamaah.

Usulan itu disampaikan Dirjen Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, Hilman Latief, dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/3/2022).

Usulan Bipih itu menurun dibanding yang disampaikan Kemenag kepada DPR pada Februari 2022 lalu senilai Rp 45.053.368 per jamaah.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, Prof Hilman Latief MA PhD menandatangani prasasti saat meresmikan Gedung A1 Pemondokan Jamaah Haji dan Umrah yang berada dalam kompleks UPT Asrama Haji Embarkasi Aceh, Jumat (11/3/2022) pagi.
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, Prof Hilman Latief MA PhD menandatangani prasasti saat meresmikan Gedung A1 Pemondokan Jamaah Haji dan Umrah yang berada dalam kompleks UPT Asrama Haji Embarkasi Aceh, Jumat (11/3/2022) pagi. (Foto: IST)

Usulan biaya Rp 45 juta sebelumnya sudah mencakup pelbagai biaya protkes.

"Kami siapkan alternatif usulan Bipih 2022 dengan asumsi tidak ada protkes.

Dengan ringkasan total Bipih per jamaah untuk 2020 adalah Rp 69 juta, maka untuk 2022 sekitar Rp 83 juta.

Dan, untuk Bipih dibayarkan jamaah Rp 45 juta menjadi Rp 42 juta," kata Hilman dalam rapat tersebut.

Hilman mengatakan, usulan biaya itu dengan asumsi kuota haji 100 persen.

Baca juga: Kementerian Agama RI Usul Biaya Haji 2022 Menjadi Rp 42 Juta

Baca juga: Menag Usul Biaya Haji Rp 45 Juta

Sebab, pembatasan kuota turut berdampak pada biaya haji meski tak signifikan.

Ia mengungkapkkan, penurunan usulan biaya haji itu karena pelbagai aturan protokol kesehatan, baik di Indonesia dan di Saudi sudah dilonggarkan.

Ia mencontohkan sudah tak ada lagi aturan karantina, tes PCR, dan lain-lain di Arab Saudi.

"Berdasarkan perkembangan tersebut, kami makin optimis pada tahun 1443H/2022M akan diselenggarakan ibadah haji tanpa adanya protkes.

Untuk itu, kami menyiapkan alternatif usulan BPIH Tahun 1443H/2022M dengan asumsi tidak ada protkes," ucapnya.

"Ringkasan asumsi dengan protkes mencakup kurs pada rupiah yang naik dari 2020 ke 2022, biaya penerbangan cukup besar dari Rp 28 juta ke Rp 31 juta.

Akomodasi jamaah, tes swab PCR, dan hal-hal yang alami kenaikan yakni harga satuan makan, volume makan, dan transport.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved