Serambi Awards 2022

Membangkitkan UMKM di Aceh Besar

Anyaman bili Aceh Besar berhasil keluar sebagai juara pertama produk unggulan terbaik se-Aceh.

Editor: IKL
DEKRANASDA ACEH BESAR
PERAJIN BILI - Ketua Dekranasda Aceh Besar, Rahmah Abdullah, memberikan masukan dan ide untuk perajin bili do Gampong Lampanah Tunong, Kecamatan Indrapuri. 

Anyaman bili Aceh Besar berhasil keluar sebagai juara pertama produk unggulan terbaik se-Aceh. Dan mampu mempertahankannya selama dua tahun berturut-turut.” RAHMAH ABDULLAH Ketua Dekranasda Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM - KETUA Dekranasda Kabupaten Aceh Besar Rahmah Abdullah SH merasa bersyukur atas segala capaian yang sudah diraih hingga saat ini. Pencapaian ini tidak luput dari usaha dan kerja keras serta kerja sama yang baik antara perajin dan dinas terkait.

Pada awal menjabat sebagai Ketua Dekranasda, Rahmah Abdullah melakukan beberapa langkah untuk mengembangkan UMKM yang ada di Aceh Besar. Diantaranya melakukan kerja sama dengan Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk tiap UMKM dan pelatihan dasar bagi generasi baru perajin.

Program peningkatan mutu produk dan kualitas perajin, seperti pelatihan pembuatan kue tradisional, pelatihan bordir tas, pelatihan fi nishing tas, pelatihan anyaman rotan dan anyaman bili, serta pelatihan menjahit pakaian.

Program diversifi kasi produk berkerja sama dengan Kementerian Perindustrian RI melalui pelatihan dan bimbingan teknis oleh tutor dari Kementerian Perindustrian.

Program ini berlangsung berkat usaha Ketua Dekranasda dengan melakukan silaturahmi ke kementerian untuk perkembangan dan diversifiikasi produk unggulan yang ada di Aceh Besar, seperti anyaman bili. Hasil dari kerja sama itu berdampak positif, dimana anyaman bili Aceh Besar terus berkembang.

“Anyaman bili Aceh Besar berhasil keluar sebagai juara pertama produk unggulan terbaik se-Aceh. Dan mampu mempertahankannya selama dua tahun berturut-turut,” terang Rahmah Abdullah.

Dikatakan, selain dengan kementerian, pihaknya juga selalu melakukan sharing keterampilan dan menjalin kerja sama dengan Dinas Perindustrian Aceh. Dimana, berkat pelatihan yang diberikan kepada para perajin Aceh Besar, membuat para perajin memiliki kemampuan dalam memproduksi kerajinan.

“Pelatihan yang diberikan beraneka ragam, mulai dari pembuatan hingga finishing seperti finishing pembuatan tas, bordir, dan lainnya,” terang Ketua Dekranasda Aceh Besar itu.

Selain itu, tambahnya, Dekranasda Aceh Besar juga terus meningkatkan kualitas produk hasil kerajinan dengan menjadikan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Aceh sebagai pembina dalam membangkitkan kembali kerajinan songket dan mengembangkan produk-produk unggulan yang ada di Aceh Besar.

“Untuk membangkitkan kembali kerajinan songket, Bupati Aceh Besar dan Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Aceh sudah menandatangani kerja sama. Hingga kini Songket Aceh Besar menjadi salah satu produk se-Aceh yang diterima di Pasar Sarinah,” ujar Rahmah Abdullah.

Guna meningkatkan pengetahuan para perajin songket, Ketua Dekranasda Aceh Besar membawa perajin songket dan perajin generasi muda penerus songket stubi banding ke Sumatera Selatan. “Studi banding itu untuk meningkatkan kualitas produk dan dan membuka wawasan para perajin di Aceh Besar,” ungkap Rahmah Abdullah.

Baca juga: Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati

Saling Berbagi Ilmu

KETUA Dekranasda Aceh Besar, Rahmah Abdullah juga mengatakan, untuk pengembangan sentra produksi, dia mengajak para perajin binaan Dekranasda untuk selalu mengaktifkan senra dekranasda.

Dimana dengan aktifnya sentra dekranasda ini para perajin bisa berbagi Ilmu dan saling berkolaborasi untuk menciptakan produk yang berkualitas. “Kita berharap sentra dekranasda menjadi pusat kunjungan wisatawan yang mencari kerajinan khas Aceh Besar,” ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved