Selasa, 14 April 2026

Serambi Awards 2022

Medco E&P Malaka Perkuat Potensi Masyarakat Lokal

Pada pertanian, perkebun-an dan peternakan yang menjadi  perhatian  Pemkab  Aceh Timur.

Editor: IKL
DOK MEDCO
PANEN UBI - Panen perdana ubi di Desa Blang Nisam, Kecamatan Indra Makmu, Aceh Timur. 

SERAMBINEWS.COM - “ALHAMDULILLAH,  saya  dapat  dua  manfaat  sekali-gus  pada  penanaman  padi  organik.  Selain  hemat  bia-ya tanam, hasil panen juga naik signifikan,” ujar Aswa-di, warga Dusun Masjid Desa Alue  le  Mirah,  Aceh  Timur,  yang baru panen padi orga-nik akhir 2021 lalu.  

Aswadi panen di sawah se-luas sekitar 2.600 meter per-segi dengan hasil padi seberat 1.280  kilogram,  meningkat  30 persen dibandingkan padi konvensional.  Dia  menanam  padi organik setelah menge-nal  program  pengembangan  masyarakat  PT  Medco  E&P  Malaka (Medco E&P), perusa-haan  migas  yang  beroperasi  di sana. 

Sebagai  perusahaan  migas  yang  dipercaya  Pemerintah  mengelola Blok A, Medco E&P selain memproduksi gas juga tumbuh berkembang bersama masyarakat dengan melaksa-nakan program pemberdaya-an di beberapa bidang, mulai dari  pertanian,  peternakan,  pendidikan, kesehatan, sosial budaya, serta penanggulang-an bencana alam.

Pada pertanian, perkebun-an dan peternakan yang juga menjadi  perhatian  Pemkab  Aceh Timur, Medco E&P ber-sinergi dan mengembangkan keterampilan komunitas lo-kal  secara  berkelanjutan.  Beberapa  tahun  ini,  Perusa-haan  berkoordinasi  dengan  pemangku  kepentingan  un-tuk  melaksanakan  program  pengembangan  masyarakat  diantaranya bersama Aswadi. Berkat keberhasilan Aswadi, kini  15  petani  lain  di  Desa  Alue  Ie  Mirah  tertarik  pola  penanaman  padi  organik  de-ngan lahan lebih luas. Kelom-pok tani saat ini dalam proses pendampingan oleh Medco E&P.

Potensi Buah Unggul

SELAIN padi organik, Aceh Timur memiliki  lahan  subur  sehingga  membuat  masyarakat  ingin  me-ngembangkan tanaman buah unggul sebagai komoditi pilihan. Berbekal sinergitas dengan kelompok petani dan Unit Pengelola Kegiatan Keca-matan  Indra  Makmu,  Medco  E&P  melakukan pendampingan program hortikultura ini di sana. 

Program ini dimulai dengan pe-latihan bagi petani pada April 2021, dilanjutkan  pemberian  6.500  ba-tang  bawah  dan  305  bibit  unggul.  Jenis  bibit  yang  diberikan  sesuai  kebutuhan, seperti durian, mangga, rambutan, lengkeng, jambu kristal, jeruk dan anggur brazil. Pada pro-gram ini, pendamping bersama pe-tani memonitor pertumbuhan bibit hingga berbuah.

General Manager Medco E&P Mala-ka, Susanto mengatakan, program ini merupakan hasil musyawarah masya-rakat dan Perusahaan. “Kita berharap program hortikultura dapat mening-katkan  perekonomian  masyarakat  dan membantu menjaga kelestarian lingkungan di sekitar area operasi,” jelas Susanto.

Ciptakan Peluang

SEMENTARA dalam  mendukung  Komunitas Usaha Budidaya Lele Bi-naan  di  Kecamatan  Indra  Makmu,  Nurussalam dan Julok, Perusahaan menyerahkan  dua  mesin  pembuat  pakan ikan, yaitu mesin penepung dan pengolahan pelet. Alat ini ber-manfaat  bagi  delapan  kelompok  usaha yang memiliki 57 kolam ikan di lima desa.

Manager  Field  Relations  Medco  E&P, Hendarsyah menyerahkan ke-dua alat tersebut pada Komunitas Usaha Budidaya Lele di sekitar area operasi. Ketua Komunitas Budidaya Lele Maju Barokah, Mahmunar ber-syukur  atas  bantuan  ini.  “Selama  pandemi, kami kesulitan. Bantuan mesin  ini  sangat  bermanfaat  bagi  usaha kami sehingga bisa mempro-duksi pakan ikan sesuai kebutuhan,” ungkap  Mahmunar  saat  menerima  mesin di Desa Alue Ie Itam, Sabtu (5/2/2022).

Imam Mukim Indra Makmu sekali-gus  pembina  Komunitas  Maju  Baro-kah,  Ustadz  Wandi  mengapresiasi,  “Alhamdulillah, Perusahaan terus pe-duli terhadap warga sekitar operasi. Insya Allah, mesin ini akan dapat me-nekan biaya pembelian pakan sehing-ga dapat meningkatkan pendapatan komunitas. Kami berharap usaha ini bisa  membuka  peluang  kerja  baru  dan menarik minat anak muda putus sekolah untuk budidaya lele.’’

Memberikan Solusi

SELAIN program pendampingan ber-kelanjutan, Pihak perusahaan juga memperhatikan infrastruktur yang menjadi kendala masyarakat dalam pengembangan program pertanian dan  peternakan.  Kendala  paling  krusial  adalah  tidak  tercukupinya  air  maupun  pakan  ternak.  Dalam  menjawab  persoalan  penting  ini,  pihak  perusahaan  turut  berusaha  memberikan solusi dengan pembe-rian bantuan irigasi dangkal berupa sumur bor dan fasilitas pendukung lain  untuk  kelompok  tani.  Selain  itu, bagi kelompok peternak di Desa Alue Le Itam diberikan mesin peng-olah pakan.

Infrastruktur sumur bor tersebut menjawab tantangan besar yang di-rasakan masyarakat selama ini, khu-susnya tidak cukup air dalam proses penanaman sawah. “Fasilitas sumur bor sangat penting bagi petani ka-rena  lahan  masyarakat  selama  ini  hanya  mengandalkan  tadah  hujan  sehingga  panen  kurang  maksimal  dan hanya bisa ditanami setahun se-kali,” jelas Apriadi, Ketua Kelompok Tani Alue Ie Itam.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved