Sabtu, 18 April 2026

Minta Hapus 300 Ayat Al-Quran, Pendeta Saifuddin Ibrahim Dilaporkan ke Polisi

Aksi Pendeta Saifuddin Ibrahim yang meminta Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil menghapus 300 Ayat Suci Al-Qur'an berujung laporan polisi

Editor: Faisal Zamzami
Youtube Saifuddin Ibrahim
Pendeta Saifuddin Ibrahim 

“Polri khususnya Dit Siber Bareskrim akan mendalami isi konten video tersebut,” ujarnya Rabu (16/3/2022).

Baca juga: 5 Pernyataan PGI Tanggapi Pendeta Saifuddin Ibrahim Minta Menag Hapus 300 Ayat Al-Quran

Baca juga: Nonmuslim di Aceh Barat Tak Terganggu dengan Suara Azan, Pendeta: Kami Diperlakukan Seperti Saudara

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, juga telah mendesak Polri agar turun tangan.

Menurut Mahfud, pernyataan Saifuddin telah menyulut kemarahan banyak orang.

“Waduh itu bikin gaduh itu, itu bikin banyak orang marah. Oleh sebab itu saya minta kepolisian itu segera menyelidiki itu,” tutur Mahfud dikutip dari YouTube Kemenko Polhukam.

Kecaman juga dikatakan oleh Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto terkait pernyataan Saifuddin yang menyebut pesantren sebagai sumber teroris.

Dirinya menilai pernyataan Saifuddin tersebut telah menyakiti hati ulama dan kyai yang berjuang mendidik para santri.

“Saya mengecam pendeta Saefuddin Ibrahim yang mengatakan pesantren sebagai sumber teroris.”

“Pernyataan ini menyakiti ulama dan kiai yang selama ini mendidik para santri untuk mengabdi pada umat, bangsa, dan negara,” tuturnya pada Kamis (17/3/2022).

Sementara, Yaqut mengaku tidak mengenal pendeta Saifuddin Ibrahim.

Pengakuan ini disampaikan oleh Kepala Biro, Humas, Data, dan Informasi Kemenag, Thobib Al Asyhar.

“Gus Menteri tidak kenal dengan Pendeta Saifuddin Ibrahim,” ujarnya.

Thobib juga mengungkapkan tidak pernah ada pertemuan resmi antara Yaqut dan Saifuddin.

Hal tersebut, kata Thobib, dibuktikan tidak terteranya nama Saifuddin dalam buku catatan tamu.

“Gus Menteri tidak pernah mendengar apa yang diklaim Pendeta Saifuddin berulangkali dikatakan ke Menag,” tegasnya.

 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved