Breaking News:

Nelayan di Sumut Ngaku Jadi Korban Salah Tangkap, Dipenjara 19 Hari dan Disiksa Sampai Tulang Retak

Bahkan, pria berusia 54 tahun ini mengaku disiksa selama dikurung 19 hari setelah ditangkap pada 21 Agustus.

Editor: Faisal Zamzami
TRIBUN MEDAN
Rusli, seorang pria yang diduga jadi korban salah tangkap Polsek Labuhan Ruku, Polres Batubara, Sumatera Utara saat mendatangi Polda Sumut, Jumat (18/3/2022). Dia datang untuk menanyakan laporannya yang melaporkan oknum polisi atas penganiayaan terhadap yang telah dilimpahkan ke Polres Batubara. 

SERAMBINEWS.COM, MEDAN - Seorang nelayan bernama Rusli (54) warga Dusun III Pokan, Kelurahan Ujung Kubu, Kabupaten Batubara diduga jadi korban salah tangkap Polsek Labuhan Ruku, Polres Batubara, Sumatera Utara.

Dia juga diduga dikriminalisasi polisi yang berdinas disitu.

Bahkan, pria berusia 54 tahun ini mengaku disiksa selama dikurung 19 hari setelah ditangkap pada 21 Agustus.

Pergelangan kaki sebelah kirinya sampai retak akibat diinjak-injak. Bahkan kepalanya dipukul menggunakan gagang pistol.

"19 hari disiksa, dipijak anggotanya Brigadir Sukri," kata Rusli saat ditemui di Polda Sumut, Jumat (18/3/2022).

Rusli menyebut telah melaporkan kejadian itu ke Polda Sumut, namun laporannya dilimpahkan ke Polres Batubara.

Maka itu dia mendatangi Polda Sumut didampingi keluarganyaguna menanyakan laporannya yang melaporkan personel Polsek Labuhan Ruku, Polres Batubara atas nama Syukri dan rekan-rekannya.

Baca juga: 2 Anggota Intel Polres Palu Jadi Tersangka, Aniaya Siswa SMA Diduga Jambret, Ternyata Salah Tangkap

Baca juga: Pria Ini Dapat Uang Rp 135 Miliar Setelah 28 Tahun Dipenjara, Ternyata Salah Tangkap

Saat ditanya ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, laporan bernomor : STTLP / 1048 / VI / SPKT / POLDA SUMUT pada 25 Juni 2021 lalu telah dilimpahkan ke Polres Batubara sejak Juli 2021 lalu lantaran lokasi kejadian di Kabupaten Batubara.

"Saya di arahkan untuk menanyakan perkembangan kasus saya ke Polres Batubara," akunya.

  
Rusli mengatakan, penganiayaan bermula ketika dia dituduh mencuri dan menadah sepeda motor Honda Supra 125 milik seorang.

Dia ditangkap pada 21 Agustus 2020 lalu, dan dikurung selama 19 hari hingga akhirnya dilepaskan.

Pembebasannya lantaran dia menyetor uang Rp 30 juta kepada Kanit Reskrim Polsek bernama Jasmar Sitinjak.

Dia dijanjikan memperoleh surat bebas murni dari kejahatan pencurian dan penadahan sepeda motor.

Namun, hampir setahun berlalu surat yang dijanjikan tak kunjung diberikan, sehingga Rusli melaporkan kasus penganiyaan yang dialaminya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved