Rabu, 13 Mei 2026

Berita Aceh Timur

Sumur Minyak Terbakar Lagi, Korban Meninggal Jadi Tiga Orang

Sumur minyak tradisional di Desa Mata Ie, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, kembali terbakar pada Sabtu (19/3/2022) dini hari

Tayang:
Editor: bakri
Foto beredar di WhatsApp.
Sumur minyak tambang tradisional di Desa Mata Ie, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, yang terbakar Jumat malam (11/3/2022) lalu, dan berhasil dipadamkan Sabtu (12/3/2022) dini hari, dilaporkan kembali terbakar Sabtu (19/3/2022) dini hari sekitar pukul 01.50 WIB. 

Untuk memadamkan api, empat mobil damkar dan satu mobil tanki air diturunkan ke lokasi," ungkap Agusman.

Untuk penanganan lebih lanjut sumur minyak itu, lanjut Agusman, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Humas BPMA (Badan Pengelola Migas Aceh-red).

Menurutnya, penanganan lebih lanjut sumur minyak tersebut melibatkan banyak pihak terkait seperti BPMA, SKK-Migas, Pemda, dan Pertamina.

"Informasi dari Humas BPMA, penanganan lebih lanjut sumur minyak itu sudah dikoordinasikan dengan PT Pertamina EP Ranto Kualasimpang," timpal Agusman.

Baca juga: Sumur Minyak Terbakar Masih Semburkan Minyak dan Gas

Muspika Ranto Peureulak yang diwakili Camat Mukhtardin SSos MAP, berharap agar sumur minyak tradisional itu segera ditutup agar kebakaran tidak terjadi lagi "Untuk mencegah hal serupa tidak terulang kembali, solusinya adalah sumur minyak itu harus segera ditutup.

Sebab, di sekeliling sumur radius 50 meter ada rumah penduduk, " ungkap Camat.

Informasi lain, korban yang meninggal dunia akibat kebakaran sumur minyak tradisional di Desa Mata Ie, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, pada Jumat (11/3/2022) lalu bertambah menjadi tiga orang.

Korban terakhir yang mengembuskan nafas terakhir dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh pada Rabu (16/3/2022) malam adalah Baihaqi (36), warga Kecamatan Peudawa, Aceh Timur.

“Menurut keterangan istrinya (Mulia Safitri), almarhum Baihaqi meninggal dunia di ruang ICU RSUZA Banda Aceh, pada Rabu malam lalu dan jenazahnya dimakamkan di Geudong, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara,” ungkap Kapolsek Ranto Peureulak, Iptu Eko Suhedro SH, dalam siaran pers yang dikeluarkan Humas Polres Aceh Timur, Jumat (18/3/2022) malam.

Kapolsek menyebutkan, total warga yang men musibah kebakaran sumur minyak tradisional kali pertama itu menjadi sebanyak tiga orang.

Sebelum Baihaqi, korban yang meninggal adalah Safrizal (32) dan Junaidi (37), keduanya warga Desa Blang Barom, Kecamatan Ranto Peureulak.

"Mewakili Muspika Ranto Peureulak, kami turut berduka atas musibah ledakan dan kebakaran sumur minyak tradisional di Desa Mata Ie, Kecamatan Ranto Peureulak, yang menyebabkan seluruh korban meninggal dunia," ungkap Kapolsek.

Muspika Ranto Peureulak, lanjut Iptu Eko Suhedro SH, sudah berkunjung ke rumah almarhum Baihaqi di Dusun Baru Jaya, Gampong Keude Peudawa, Kecamatan Peudawa, sekaligus menyalurkan santunan dan bantuan bahan pokok untuk keluarganya pada Jumat (18/3/2022).

Bantuan yang diserahkan Kapolsek didampingi Camat Ranto Peureulak, Mukhtardin SSos MAP, dan Danramil 14/Ranto Peureulak, Kapten Inf Wagimin, itu diterima langsung oleh istri almarhum Baihaqi.

“Semoga bantuan yang kami berikan ini bermanfaat dan dapat meringankan beban keluarga almarhum," ungkap Kapolsek seraya berharap keluarga almarhum sabar dan tabah menghadapi cobaan ini. (c49)

Baca juga: Polisi Selidiki Pemodal Sumur Minyak Ilegal, Korban Meninggal Bertambah

Baca juga: Qanun Migas Rakyat Aceh Mendesak Dibahas Menyusul Peristiwa Ledakan Sumur Minyak di Peurelak

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved