Breaking News
Kamis, 9 April 2026

Presiden Xi Terkejut, Pemerintah RI Cek Daftar Manifes Pesawat Cina Eastern yang Jatuh

Berdasarkan laporan televisi pemerintah China, CCTV mengatakan akibat kejadian itu api terlihat membumbung tinggi.

Capture Youtube The Sun
Sebanyak 132 Penumpang Boeing 737 China Eastern Airlines Diduga Tewas Setelah Pesawat Tabrak Gunung. 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Presiden China Xi Jinping terkejut adanya kabar mengenai kecelakaan pesawat penumpang milik maskapai China Eastern Airlines yang membawa 132 orang.

Pesawat Boeing 737-800 tersebut kehilangan kontak udara di atas kota Wuzhou di wilayah Guangxi. "Kami terkejut mengetahui kecelakaan MU5735 China Eastern," kata Presiden Xi Jinping seperti disiarkan stasiun televisi CCTV dikutip dari NDTV.com, Senin (21/3/2022).

Xi juga menyerukan semua upaya harus dilakukan untuk penyelamatan dan mencari penyebab kecelakaan sesegera mungkin. Presiden Xi juga menyerukan pengaktifan segera mekanisme darurat untuk menyelidiki jatuhnya pesawat Boeing 737-800 milik maskapai China Eastern Airlines.

Mekanisme itu berarti seluruh upaya dikerahkan untuk pencarian dan penyelamatan, juga penyelidikan insiden tersebut.

Dengan adanya perintah Presiden Xi tersebut, maka selanjutnya Dewan Negara akan menugaskan sejumlah pejabat China untuk menangani kecelakaan pesawat China Eastern Airlines itu sebagai prioritas.

Mengutip pernyataan staf bandara, media lokal melaporkan bahwa penerbangan China Eastern MU5735 belum tiba di tujuan yang dijadwalkan di Guangzhou, setelah lepas landas pada Senin ini dari kota Kunming sesaat setelah pukul 13.00 waktu setempat.

Akibat jatuhnya pesawat tersebut mengakibatkan terjadi kebakaran di area pegunungan yang diduga menjadi titik jatuhnya pesawat.

Pesawat Boeing 737-800 tersebut jatuh di pedesaan daerah Teng dekat kota Wuzhou, wilayah Guangxi.

Berdasarkan laporan televisi pemerintah China, CCTV mengatakan akibat kejadian itu api terlihat membumbung tinggi.

"Menyebabkan kobaran api di gunung," kata CCTV, berdasarkan pernyataan biro manajemen darurat setempat. Laporan itu menambahkan bahwa tim penyelamat saat ini sudah dikirim ke lokasi kejadian.

Baca juga: Pasangan Suami Istri, Anaknya dan Babysitter Tewas Tersetrum di Kamar Mandi, Pemanas Air Gosong

Baca juga: Ketua Mahkamah Konstitusi akan Nikahi Adik Presiden Jokowi

Baca juga: Densus 88 Sudah Tangkap 56 Anggota Jaringan Terorisme Per Maret 2022

Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC) dalam sebuah pengumuman online menyebut pesawat itu membawa 123 penumpang dan 9 awak pesawat. Pelacak penerbangan FlightRadar24 tidak menunjukkan data lagi untuk penerbangan MU5735 tersebut setelah pukul 14:22 waktu setempat, ketika telah mencapai Wuzhou.

Hal itu menunjukkan bahwa pesawat telah turun tajam dari ketinggian 29.100 kaki menjadi 3.225 kaki atau lebih dari 25 ribu kaki, hanya dalam rentang waktu tiga menit.

Kemlu RI Cek WNI
Terpisah, pihak Kementerian Luar Negeri RI saat ini sedang melakukan pengecekan daftar manifes pesawat Boeing 737-800 milik maskapai China Eastern yang diduga jatuh di wilayah Guangxi. "Kami terus berkomunikasi dengan pihak KJRI di Guangzhou, sedang dipastikan(daftar manifes)," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah.

Baca juga: Cegah Pelanggaran Prajurit, Danrem Minta Dansat Perkuat Pengetahuan Hukum Bagi Prajurit dan Persit

Baca juga: Selama Tiga Bulan DPMPTSP Aceh Singkil Sudah Terbitkan Ratusan Izin Usaha

Baca juga: Saksikan Insiden Marc Marquez Terpelanting di Mandalika, Aleix Espargaro: Saya Benar-benar Takut

Pemerintah Indonesia lanjut Faizasyah juga sudah menerima informasi soal jatuhnya pesawat China Eastern tersebut.

Menurutnya pesawat China Eastern yang jatuh merupakan penerbangan domestik, karenanya dia berharap tidak ada WNI yang menjadi penumpang dalam peristiwa nahas tersebut.

"Karena penerbangan domestik diharapkan tidak ada WNI. Namun sedang dipastikan dengan KJRI di Guangzhou," kata Faizasyah.(Tribun Network/cctv/ndtv/fit/ras/wly)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved