Internasional
Presiden Ukraina Terus Berkoar-Koar Cari Dukungan, AS dan NATO Bakal Terlibat, PD III Terancam Pecah
Presiden Ukraina Volodymr Zelenskyy yang dikenal keras, sama seperti para pemimpin Yahudi lainnya, minta dukungan tak terbatas dari AS dan NATO.
Penulis: M Nur Pakar | Editor: M Nur Pakar
SERAMBINEWS.COM, KIEV - Presiden Ukraina Volodymr Zelenskyy yang dikenal keras, sama seperti para pemimpin Yahudi lainnya, minta dukungan tak terbatas dari AS dan NATO.
Dia menegaskan bantuan apapun sangat dibutuhkan, termasuk senjata apapun, agar dapat memberi pelajaran ke penjajah Rusia.
Permintaan Presiden Ukraina makin menguatkan tekad Amerika Serikat (AS) dan NATO terlibat dalam perang Ukraina.
BUkan hanya mengirim persenjataan, tetapi juga kemungkinan pasukan, sesuai permintaan Zelenskyy.
Jika hal itu terjadi, maka Perang Dunia III (PD III) bakal pecah yang akan mengancam perdamaian dunia.
Apalagi, Rusia telah mengancam akan menghancurkan setiap negara yang ikut campur tangan di Ukraina dengan senjata nuklir.
Saat ini, Rusia terus membombardir sebagian besar kota di Ukraina tanpa henti, dengan korban terus berjatuhan setiap hari, seperti dilansir AP, Kamis (24/3/2022).
Dalam pidato melalui video di tengah kegelapan malam pada Rabu (23/3/2022) pemimpin Ukraina keturunan Yahudi itu meminta orang di seluruh dunia berkumpul di depan umum.
"Kami berharap, warga di seluruh dunia memberi dukungan bagi kami yang sedang diperangi oleh Rusia," katanya.
Harapan Zelenskyy itu, tentunya akan disahuti oleh kaumnya, organisasi Yahudi di seluruh dunia, khususnya di Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa.
Baca juga: Presiden Ukraina Tuduh Rusia Buat Warganya Kelaparan, Minta Putin Bertemu Langsung Dirinya
Masyarakat belahan dunia lainnya, tentunya akan bersikap lain melihat tindakan pemimpin Yahudi itu yang terus berkoar-koar minta bantuan.
Bahkan, dengan lantang meminta bertemu langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Sang penguasa Kremlin itu tentunya tidak akan mau bertemu dengan orang yang melawan keinginannya.
Rusia hanya meminta Ukraina tidak bergabung dengan NATO yang sudah diiyakan oleh Zelenskyy.
Zelenskyy mengatakan Ukraina tidak akan pernah bergabung lagi dengan NATO.
Tetapi untuk menjadi negara netral, seperti yang dituntut Rusia, Zelenskyy belum memberi sikap.
Zelenskyy yang anti-Rusia dan pro- AS dan Uni Eropa terus melihat peluangnya untuk melawan Putin.
Sebagai keturunan Yahudi, Zelenskyy melihat banyak dukungan dari kaum Yahudi dunia, khususnya AS untuk tetap menentang Putin.
Bahkan, dia telah berpidato di depan Kongres AS, parlemen terkuat dunia pekan lalu.
Sesuatu yang mustahil bagi presiden lainnya di dunia.
Kongres AS yang dikuasai kelompok Yahudi tentunya memberinya peluang berpidato di depan anggota Kongres AS yang memberi tepuk tangan meriah saat dia berpidato.
Zelenskyy terus berkoar-koar melalui tautan video ke parlemen negara lain, seperti Jerman, Inggris dan juga tanah kelahirannya, Israel.
Yang terbaru, Zelenskyy akan berpidato di depan Presiden AS Joe Biden dan pemimpin NATO yang berkumpul di Brussels, Belgia pada Kamis (24/3/2022)
Baca juga: Presiden Ukraina Berpidato Berapi-api di Depan Kongres AS, Tepuk Tangan Bergemuruh di Gedung Capitol
“Datanglah ke alun-alun Anda, jalan-jalan Anda. Buat diri Anda terlihat dan didengar, ”kata Zelensky dalam bahasa Inggris selama pidato video emosional Rabu (23/3/2022) malam.
Dia direkam dalam gelap dekat kantor kepresidenan di Kiev.
“Katakan orang itu penting, kebebasan itu penting, perdamaian itu penting, terutama Ukraina penting.” katanya.
Zelensky mengatakan akan meminta dalam konferensi video dengan NATO untuk memberikan dukungan tidak terbatas ke Ukraina.
Termasuk senjata apapun yang dibutuhkan untuk menangkis serangan pasukan Rusia.
Zelensky mencatat belum menerima jet tempur atau sistem pertahanan udara modern yang dimintanya.
Dia mengatakan Ukraina juga membutuhkan tank dan sistem anti-kapal.
"Sudah sebulan membela diri dari upaya menghancurkan kami, menghapus kami dari muka bumi," katanya.
Di Kiev, di mana penembakan dan tembakan yang hampir terus-menerus mengguncang kota, ketika kedua pihak berjuang menguasai beberapa pinggiran kota.
Walikota Kiev, Vitali Klitschko, Rabu (23/3/2022) mengatakan sedikitnya 264 warga sipil telah tewas sejak perang pecah.
Outlet berita independen Rusia The Insider mengatakan wartawan Rusia Oksana Baulina telah terbunuh oleh penembakan di lingkungan Kiev pada Rabu (23/3/2022).
Selain itu, Biden diperkirakan akan membahas sanksi baru dan mengkoordinasikan tindakan tersebut.
Baca juga: Presiden Ukraina Klaim, Invasi Rusia Akan Menyebabkan Pecahnya Perang Dunia III
Sebaliknya, bersama sekutunya, Biden akan mengumpulkan lebih banyak bantuan militer untuk Ukraina.
Biden akan berbicara dengan anggota NATO, dan para pemimpin negara-negara industri G7 dan Dewan Eropa dalam serangkaian pertemuan pada Kamis (24/3/2022).
Menjelang pertemuan dengan Biden, negara-negara Uni Eropa menandatangani 500 juta euro lagi, sekitar $550 juta bantuan militer untuk Ukraina.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/1803presiden-ukraina-volodymyr-zelenskyy.jpg)