Senin, 20 April 2026

Jurnalisme Warga

Pekan Budaya Barat Selatan Aceh, Memperkuat Identitas dan Persaudaraan

PEKAN Budaya dan Tradisi Barat Selatan Aceh baru saja usai dilaksanakan di Lapangan Sada Kata Kota Subulussalam pada tanggal 19 hingga 21 Maret 2022

Editor: bakri
For Serambinews.com
WANHAR LINGGA, Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Aceh Singkil, Pegiat Budaya, dan Anggota FAMe, melaporkan daro Singkil 

OLEH WANHAR LINGGA, Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Aceh Singkil, Pegiat Budaya, dan Anggota FAMe, melaporkan daro Singkil

PEKAN Budaya dan Tradisi Barat Selatan Aceh baru saja usai dilaksanakan di Lapangan Sada Kata Kota Subulussalam pada tanggal 19 hingga 21 Maret 2022.

Event budaya ini diikuti oleh tujuh kabupaten dan satu kota yang berada di wilayah pantai barat selatan Aceh (Barsela), meliputi Kabupaten Aceh Jaya, Simeulue, Aceh Barat, Nagan raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, dan Kota Subulussalam selaku tuan rumah.

Tim Dekranasda Nagan Raya menyerahkan teh bajakah kepada Wali Kota Subulussalam pada Pekan Budaya dan Tradisi Barsela di Subulussalam, Minggu (20/3/2022).
Tim Dekranasda Nagan Raya menyerahkan teh bajakah kepada Wali Kota Subulussalam pada Pekan Budaya dan Tradisi Barsela di Subulussalam, Minggu (20/3/2022). (For Serambinews.com)

Event ini menghadirkan berbagai kegiatan pentas seni dan kebudayaan, pameran stan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sajian kuliner dari kabupaten/ kota di wilayah Barsela.

Kegiatan yang dipusatkan di Bumi Syeikh Hamzah Fansuri ini merupakan kegiatan perdana yang sebelumnya tak pernah dilaksanakan.

Hadirnya kegiatan ini diinisiasi oleh Anggota DPR Aceh, Hj Asmidar SPd bersama Dinas Kebudayaan Pariwisata Aceh.

Hj Asmidar merupakan politisi Partai Aceh dari daerah pemilihan (Dapil) 9 Aceh.

Berpedoman pada jumlah pengunjung dan kabupaten/ kota yang ikut berpartisipasi dalam event ini, membuktikan bahwa kegiatan kebudayaan merupakan kerinduan bagi para pelaku budaya dan seniman.

Terbukti kegiatan budaya tiga hari ini mampu menyedot perhatian dan menghadirkan antusiasme masyarakat Barsela yang sangat luar biasa.

Sebab, hampir dua tahun sejak Maret 2020 hingga kini pandemi Covid-19 tak juga berakhir dan itu meredupkan banyak event dan atraksi budaya di Aceh, tak terkecuali di wilayah Barsela.

Baca juga: Giok Nagan Jadi Primadona di Pekan Budaya Barsela di Subulusalam, Nefride & Black Jade Laku Keras

Baca juga: UPDATE INFO Stand Pameran Aceh Singkil Dipadati Pengunjung, Dalam Pekan Budaya dan Tradisi Barsela

Dua tahun lebih sudah kegiatan-kegiatan seni budaya terpuruk oleh segala pembatasan khas pandemi Covid-19.

Ibarat kopi tanpa gula, seniman sudah megapmegap di garis takdir, kehilangan gairah, bahkan kreativitas terkungkung pandemi.

Banyak kegiatan seni budaya yang terlewatkan begitu saja akibat kehadiran dan penularan Covid yang entah kapan akan berakhir.

Munculnya ikatan silaturahmi Momen Pekan Budaya Barsela ini merupakan titik awal terciptanya semangat persaudaraan antara satu kabupaten dengan kabupaten/kota lainnya di kawasan baratselatan Aceh.

Selama event ini berlangsung, mereka juga saling mengunjungi stan, bercerita tentang tradisi dan kebudayaan di daerah masing-masing, di samping ada juga yang saling tukar kerajinan tangan, cendera mata, bahkan kuliner.

Selain itu, kehadiran pekan budaya ini juga memperkuat identitas kebudayaan, dari berbagai kabupaten yang ikut serta menampilkan kesenian dan kebudayaan mereka.

Kontingen asal Aceh Singkil misalnya, menampilkan tari ‘dampeng’ yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

Ribuan pasang mata menonton ketika dampeng ditarikan dengan energik dan ritmik oleh anak-anak muda Aceh Singkil.

Delegasi Simeulue menampilkan nandong.

Baca juga: Stand Pameran Pekan Budaya Aceh Singkil Dipadati Pengunjung

Nandong merupakan kesenian tradisional Simeulue yang sudah ada sejak dahulu kala.

Bahkan, lestarinya kearifan lokal ‘smong’ di kabupaten kepulauan ini, antara lain, karena peran pelantun nandong yang setia menyanyikannya dari waktu ke waktu.

Hingga sekarang, nandong biasanya ditampilkan dalam berbagai kegiatan, seperti pada acara perkawinan, khitanan, menyambut tamu, juga dalam pertunjukan event seni budaya dalam daerah maupun luar daerah.

Dalam pekan budaya ini, Aceh Jaya menampilkan ‘dikee pam Panga’.

Dikee sendiri berarti zikir, sedangkan pam artinya tidur.

Jika digabungkan menjadi zikir sambilan tidur.

Panga sendiri merupakan nama sebuah desa di Aceh Jaya.

Dikee pam pertama kali digagas oleh Tgk Hamzah pada tahun 1951 dan dimainkan pada acara Maulid Nabi Muhammad.

Tahun 1974 dikee pam bertransformasi menjadi seni pentas.

Perubahan ini diinisiasi oleh Tgk Hanafiah.

Kemudian, Aceh Barat hadir dengan tarian sidalupa yang mempunyai pesan moral untuk memuliakan tamu tanpa memandang fisik tamu tersebut dan pentingnya kesetiaan dalam bersaudara.

Baca juga: Nagan Raya Ikut Meriahkan Pekan Budaya dan Tradisi Barat Selatan di Subulussalam

Kontingen Nagan Raya menampilkan tari seudati, Aceh Barat Daya menampilkan tari rapa-i geleng agam, sedangkan Aceh Selatan menampilkan rapa-i geleng versi inong.

Selaku tuan rumah, Kota Subulussalam menampilkan tarian pikhing.

Kesemua kesenian ini memiliki makna dan filosofi masing- masing dan merupakan warisan ‘keunebah endatu’ yang harus dijaga dan terus dilestarikan, sehingga ke depan terus mendapat ruang ekspresi bagi pemilik budaya itu sendiri.

Mendorong ekonomi masyarakat Event kebudayaan ini juga sangat mendorong perekonomian masyarakat setempat.

Menurut pantauan saya, kegiatan ini mampu memberikan nilai positif bagi perkembangan ekonomi masyarakat, mengingat para pelaku usaha kecil dari berbagai penjuru hadir tumpah ruah memeriahkan kegiatan ini.

Event ini juga menjadi ajang reaktualisasi kulinerkuliner tradisional kawasan Barsela yang mungkin sudah kurang dikenal oleh generasi milenial.

Lompong sagu misalnya yang disajikan oleh Warung Sinanggel 580, menjadi primadona dalam event akbar ini.

Para pengunjung rela antre berjam-jam untuk dapat menikmati kuliner khas Singkil ini.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sumber pemasukan bagi pelaku UKM yang selama ini kekurangan ruang dan pangsa bagi mereka untuk berjualan.

Di samping mereka dapat mengenali kebudayaan dari daerah lain, para pelaku usaha juga mendapatkan peningkatan omzet yang sangat signifikan dari hasil penjualan mereka.

Ini membuktikan bahwa ekonomi berbasis budaya sangat mendorong laju perekonomian masyarakat.

Upaya pembinaan dan pelestarian Pekan Budaya dan Tradisi Barat Selatan Aceh ini digelar juga sebagai salah satu upaya pemerintah untuk membina dan melestarikan kebudayaan daerah agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Berbagai kesenian dan tradisi yang ditampilkan tentulah menambah wawasan dan menjadi pengetahuan bagi masing-masing kabupaten.

Begitu juga dengan motif-motif adat yang dipamerkan sebagai pengaya khazanah budaya masing-masing daerah.

Kegiatan atau program seperti ini harus terus digalakkan untuk mengantisipasi kepunahan warisan budaya leluhur kita.

Lihat saja betapa banyak generasi milenial sekarang yang sudah hampir lupa dengan kebudayaan mereka dan dilalaikan dengan game-game online serta perkembangan digital di zaman modern sekarang.

Oleh karenanya, kehadiran pekan kebudayaan seperti ini kami pandang sangat penting untuk tetap menjaga dan melestarikan kebudayaan serta mewariskannya kepada generasi muda.

Kegiatan ini menjadi bukti kuat bahwa kebudayaan di Pantai Barsela masih terjaga, dijunjung, dan dan dicintai oleh pemilik budayanya.

Di saat mereka diberi sedikit ruang ternyata performanya melampaui ekspektasi kita.

Kebudayaan Aceh teruslah lestari dan event ini hendaknya digilir di tujuh kabupaten lainnya di kawasan Barsela.

Mari berdaya bersama, Pekan Budaya dan Tradisi Barat Selatan Aceh sebagai pemicu semangat untuk melestarikan budaya dan tradisi yang baikbaik.

Sejahtera masyarakatnya, berbudaya daerahnya.

Baca juga: Pekan Budaya dan Tradisi Barsela di Subulussalam Digelar, Ini Pesan Kadisbudpar Aceh & Anggota DPRA

Baca juga: Disbudpar Aceh Sajikan Pekan Budaya dan Tradisi Barsela di Subulussalam, Catat Tanggalnya!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved