Jumat, 8 Mei 2026

Penjualan Solar Diawasi Ketat Agar Tak Melebihi Kuota

Antrean panjang kendaraan umum untuk mendapatkan solar bersubsidi di sejumlah SPBU di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar

Tayang:
Editor: bakri
SERAMBINEWS/HERIANTO
Antrean bus penumpang, truk barang, truk pasir dan jenis mobil bermesin disel untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi di SPBU Kota Banda Aceh dan Aceh Besar mengakibat jalan menuju SPBU jadi macet. 

BANDA ACEH - Antrean panjang kendaraan umum untuk mendapatkan solar bersubsidi di sejumlah SPBU di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar masih terus terjadi.

Hal itu ikut menimbulkan kemacetan di ruas jalan kawasan SPBU.

Sulitnya mendapatkan solar bersubsidi yang berdampak pada terjadinya antrean panjang tersebut ikut dikeluhkan para sopir angkutan penumpang maupun barang.

Sepertinya yang disampaikan Samsul, sopir bus Simpati Star.

Sejumlah mobil bermesin diesel harus mengantre di halaman dan Jalan A Yani sekitar SPBU Harapan Langsa untuk mengisi BBM Bio Solar, Kamis (17/3/2022).

SERAMBINEWS.COM | ZUBIR 





 
Sejumlah mobil bermesin diesel harus mengantre di halaman dan Jalan A Yani sekitar SPBU Harapan Langsa untuk mengisi BBM Bio Solar, Kamis (17/3/2022). SERAMBINEWS.COM | ZUBIR    (For Serambinews.com)

Menurutnya, selama solar sulit didapat mereka harus mengantre sejak pagi atau usai menurunkan penumpang di Terminal Batoh.

Hal itu sebelumnya tidak pernah terjadi saat solar masih mudah didapatkan di SPBU-SPBU.

“Usai menurunkan penumpang, kami harus langsung ke SPBU Luengbata untuk mengantre mendapatkan bahan bakar subsidi,” tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan Sudirman, sopir Minibus antar kota.

Ia juga mengaku langsung mengantre di SPBU usai mengantarkan seluruh penumpang.

Baca juga: Ratusan Mobil Diesel Antre Bio Solar di SPBU Harapan Langsa, Sejak Sebelum Subuh, Ada yang Tak Dapat

Baca juga: SPBU Blang Muko Nagan Raya Tempatkan Petugas Atasi Antrean BBM Kendaraan, Solar Disuplai 16 Ton/Hari

Jika tak mau mengantre dipastikan tidak akan mendapatkan solar bersubsidi.

Terkait hal itu, Ketua Hiswanamigas Aceh, Nahrawi Noerdin mengatakan, untuk bahan bakar yang disubsidi, seperti solar, penjualannya harus diatur dan diawasi secara ketat.

Hal itu berbeda dengan Dexlite dan Pertamina Dex yang mudah diperoleh karena harga jualnya sudah di atas Rp 12.000/liter.

Untuk mobil angkutan umum dan barang, kata Nahrawi, selalu mencari solar yang harganya masih Rp 5.150/liter.

Dikatakan, pihak Pertamina tidak lagi melepas solar ke SPBU sesuai permintaan, tapi mulai diatur sehingga penjualannya tidak melampui kuota.

“Karena jika kuotanya melebihi, maka pemerintah tidak akan membayarnya dan menjadi tanggungan Pertamina,” tandasnya.

Baca juga: Anggota DPRA Dorong Pertamina Jamin Stok Solar Subsidi, Terkait Antre di Nagan dan Aceh Barat

Untuk mengecah kerugian besar, Pertamina harus mengatur penjualan solar ke SPBU.

Hal itulah yang menyebabkan terjadinya antrean kendaraan yang membutuhkan solar.

Untuk menghindari kemacetan pada pengisian solar subsidi di SPBU, kata Nahrawi, program penempelan striker perlu dilakukan kembali.

Sehingga hanya mobil yang berstiker yang berhak mendapatkan solar.

“Hal itu juga pernah dilakukan Pemerintah Aceh beberapa waktu lalu.

Tapi belum lama berjalan, program itu kembali dicabut.

Padahal kebijakan itu membuat penyaluran BBM subsidi menjadi lebih tertib dan tidak terjadi antrean panjang di SPBU,” pungkas Nahrawi Noerdin.

Sementara Sales Area Manager Pertamina Aceh, Sonny Indro Prabowo mengatakan, terjadinya antrean panjang saat pengisian solar di SPBU, bukan karena adanya pembatasan penjualan solar.

Melainkan karena banyak mobil pribadi bermesin diesel ikut antre solar.

Penjualan solar subsidi, kata Sonny, tidak dibatasi atau dikurangi, melainkan diatur sesuai rasio mobil deisel yang ada di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.

Bus dan truk harus mendapat prioritas pengisian solar subsidi di SPBU.

Sedangkan mobil pribadi sudah saatnya mengalihkan ke bahan bakar nonsubsidi.

“Kalau mobil pribadi ikut mengisi solar, maka antrean panjang di SPBU masih akan terus terjadi,” terangnya. (her)

Baca juga: Antrean Solar Subsidi Bikin Arus Lalulintas jadi Macet, Sopir Bus Mengeluh Lamanya Waktu Antre

Baca juga: Polisi Tangkap Pikap Angkut Solar Subsidi, Anggota DPRK Pidie : Antrean di SPBU 1 Kilometer

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved