Kajian Islam

Taklukkan Nafsu dengan Berpuasa, Karena Musuh Terbesar Muslim Diri Sendiri bukan Orang Lain

Penjelasan mengenai menaklukkan nafsu dengan cara berpuasa disampaikan oleh khatib khutbah Jumat di Masjid HKL, Prof Dr Tgk Gunawan Adnan, PhD

Editor: Syamsul Azman
SERAMBINEWS.COM/SYAMSUL AZMAN
khatib khutbah Jumat di Masjid Haji Keuchik Leumiek, Prof Dr Tgk Gunawan Adnan, PhD, Jumat (25/3/2022). 

SERAMBINEWS.COM – Musuh seorang muslim adalah dirinya sendiri, yakni nafsu yang membawa yang jalan yang dimurkai Allah SWT.

Lawan terbesar seorang muslim bukan orang lain, bukan iblis dan semacamnya, musuh yang sebenarnya adalah nafsu dalam diri manusia yang selalu menggiring agar menuruti bisikan-bisikan agar durhaka pada Allah SWT.

Penjelasan mengenai menaklukkan nafsu dengan cara berpuasa disampaikan oleh khatib khutbah Jumat di Masjid Haji Keuchik Leumiek, Prof Dr Tgk Gunawan Adnan, PhD, Jumat (25/3/2022).

Dengan imam shalat adalah Tgk M Ikhsan AB SE.

Khatib membuka khutbah menyampaikan bahwa Allah SWT merupakan tempat memita, tempat mengadu dan tempat semua kembali.

“Allah SWT adalah tempat manusia meminta, mengadu dan tempat kita semua kembali, siapa yang memuji Allah, sungguh pujian tersebut kembali pada seorang hamba, sungguh Allah tidak membutuhkan apapun yang dikerjakan manusia, karena ibadah, sedekah dan berbagai macam kebaikan manusia, kembali untuk manusia itu sendiri,” seru khatib.

“Berbuat baik maka kebaikan itu kembali pada orang yang berbuat baik, begitu pula ketika melakukan kejahatan, maka kejahatan itu akan kembali pada orang yang melakukan kejahatan, mungkin balasannya tidak sekarang, namun bisa nanti, diakhirat kelak atau bisa balasannya akan ditanggung oleh anak cucu dan keturunan kelak,” tambah khatib.

Baca juga: VIDEO Acara Puncak Road to Shalat Isra Miraj Event di Masjid Haji Keuchik Leumiek

Khatib juga menyampaikan, bahwa Rasulullah SAW merupakan manusia pilihan, Beliau menjadi suri tauladan bagi umat manusia.

Sehingga, apapun yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, merupakan contoh atau pedoman yang patut dicontoh oleh umat-umat Beliau.

Puasa adalah Takwa

Allah SWT menyuruh hambaNya untuk berpuasa di dalam bulan Ramadhan, mengapa? Ternyata puasa telah pernah Allah fardhukan kepada umat-umat sebelum kita.

Puasa menjadikan manusia bertakwa, inti dari puasa adalah menahan diri dari hawa nafsu, agar nafsu tidak menjadi raja dalam diri manusia.

“Puasa adalah cara manusia untuk bertakwa, dengan puasa, seorang muslim akan menahan hawa nafsunya, agar nafsu tidak menjadi raja bagi seorang muslim, sebagai orang yang beriman, sudah tentu menjadikan Allah SWT sebagai raja dalam hidup,” ucap khatib.

Baca juga: VIDEO Komunitas Motor Laksanakan Road to Shalat Isra Miraj Event Masjid Haji Keuchik Leumiek

Ketakwaan yakni sikap seorang hamba memperbagus hubungannya dengan Allah SWT, dengan melaksanakan seluruh perintah Allah seperti shalat, puasa, zakat, menunaikan haji dan ibadah lainnya.

Beribadah pun bukan hanya sekedar beribadah, diperlukan agar memahami mengapa harus melaksanakan ibadah tersebut.

Seperti ibadah-ibadah kecil yang dilakukan terus menerus, sungguh akan mendatangkan keridhaan Allah SWT, meskipun ibadah itu dianggap kecil.

Allah SWT akan tetap melihat ibadah-ibadah kecil manusia, bahkan Allah memberikan reward kepada manusia yang senantiasa bertakwa kepadaNya.

Baca juga: VIDEO Ustaz Hanan Attaki Tunda Pengajian di Masjid Haji Keuchik Leumiek Banda Aceh

Seperti ibadah sedekah, sangat mulia di Sisi Allah pahala bagi orang yang bersedekah, namun ternyata ada penyebab sedekah menjadi tidak berguna, yakni ketika seseorang memperturutkan nafsunya berkata yang menyakiti perasaan penerima sedekah.

Bersedekah, lalu mengatakan perkara yang menyakiti hati orang, maka  nilai sedekahnya akan berkurang.

Seperti melaksanakan ibadah shalat, inti dari shalat adalah memperbaiki diri.

Maka, ketika shalat, diusahakan agar khusyuk, agar setelah shalat bisa memperbaiki diri.

Mengenai puasa, ibadah ini mengajarkan manusia untuk menjadi orang yang baik, manusia memiliki dua kecenderungan, pertama cenderung baik dan kedua cenderung jahat.

Berpuasa adalah salah satu cara melatih manusia agar senantiasa menjadi orang baik, karena musuh terbesar manusia adalah nafsu.

Nafsu ini pula yang menjerumuskan manusia kepada hal-hal yang dimurkai Allah SWT. (Serambinews.com/Syamsul Azman)

Baca juga: Khutbah di Masjid Haji Keuchik Leumiek: Orang Bertakwa Dimuliakan Allah, Hidupnya Mendapat Bimbingan

Baca juga: VIDEO Haji Harun Keuchik Leumiek Sang Saudagar Emas Aceh Inspirator bagi Ustadz Abdul Somad

Baca juga: VIDEO - Suara Emas Ustad Takdir Feriza Imam Masjid Haji Keuchik Leumiek Banda Aceh

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved