Jumat, 5 Juni 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Fakta Hari Ke-32 Serangan Rusia ke Ukraina, Serangan Balik di Kyiv hingga Lviv Digempur Roket

Serangan Rusia ke Ukraina terus datang dari berbagai sisi, meskipun mengatakan telah mengalihkan fokusnya ke timur negara itu.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
AFP/Aris Messinis
Seorang petugas pemadam kebakaran berdiri dekat kobaran api yang dipicu serangan pasukan Rusia di Kharkiv, Ukraina, Jumat (25/3/2022). 

SERAMBINEWS.COM - Serangan Rusia ke Ukraina terus datang dari berbagai sisi, meskipun mengatakan telah mengalihkan fokusnya ke timur negara itu.

Rusia meluncurkan serangannya pada 24 Februari 2022 dini hari, tetapi lebih dari empat minggu perang, medan perang tetap "sebagian besar statis" di Ukraina utara, menurut Kementerian Pertahanan Inggris (MoD) dilansir dari BBC.

Moskwa terus mengandalkan amunisi yang diluncurkan dari dalam wilayah udara Rusia, untuk mengurangi paparan pesawat mereka terhadap pertahanan udara Ukraina.

PBB melaporkan lebih dari 3,7 juta orang telah meninggalkan Ukraina sejak invasi Rusia sebulan lalu.

Sekitar 90 persen di antaranya adalah perempuan dan anak-anak. PBB memperkirakan bahwa 6,5 juta orang lainnya menjadi pengungsi internal.

Ukraina meminta Palang Merah untuk tidak membuka kantor yang direncanakan di Rostov-on-Don Rusia. Langkah itu diharap akan melegitimasi "koridor kemanusiaan" Moskwa dan penculikan serta deportasi paksa warga Ukraina.

 

- Lviv digempur Roket


Rusia menyerang sasaran militer di kota Lviv, Ukraina barat dengan rudal jelajah presisi tinggi, kata kementerian pertahanan Rusia, Minggu (27/3/2022).

Serangan Moskwa dengan rudal jarak jauhnya juga menyasar depot bahan bakar yang digunakan oleh pasukan Ukraina di dekat Lviv.

Sementara rudal jelajah digunakan untuk menyerang sebuah pabrik di kota yang digunakan untuk memperbaiki sistem anti-pesawat, stasiun radar dan tank.


Depot penyimpanan bahan bakar dan makanan Ukraina juga dihancurkan Rusia. Artinya pemerintah harus kehilangan stok dalam waktu dekat, kata penasihat kementerian dalam negeri Ukraina Vadym Denysenko menurut Reuters.

 
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, telah meminta AS dan Eropa memasok lebih banyak pesawat, tank, pertahanan anti-rudal, dan persenjataan anti-kapal, dengan alasan bahwa keamanan Eropa sendiri dipertaruhkan.

Baca juga: Wakil Perdana Menteri Ukraina Kutuk Rusia, Kota Mariupol Sudah Tidak Ada Lagi

Baca juga: Wali Kota Chernihiv Sebut 130.000 Warganya Terjebak Pemboman Rusia, Tidak Ada Lagi Jalan Keluar

- Ukraina melawan balik di sekitar Kyiv

Rusia melanjutkan upayanya yang gagal untuk mengepung Kyiv, meskipun menyatakan akan memfokuskan kembali upaya di timur negara itu.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved