Kamis, 23 April 2026

Internasional

Perang Ukraina Ancam Pasokan Makanan di Timur Tengah dan Afrika

Invasi Rusia ke Ukraina ternyata juga berimbas ke negara-negara di Timur Tengan dan Afrika. Dilaporkan, dari Lebanon, Irak dan Suriah hingga Sudan

Editor: M Nur Pakar
AFP
Sejumlah anak-anak memperhatikan kamp pengungsi tempat mereka tinggal di Lebanon. 

SERAMBNEWS.COM, LONDON - Invasi Rusia ke Ukraina ternyata juga berimbas ke negara-negara di Timur Tengan dan Afrika.

Dilaporkan, dari Lebanon, Irak dan Suriah hingga Sudan dan Yaman, jutaan orang di Timur Tengah yang hidupnya telah hancur akibat konflik.

Pengungsian dan kemiskinan bertanya-tanya dari mana makanan mereka selanjutnya akan datang.

Ukraina dan Rusia menyumbang sepertiga dari ekspor gandum dan jelai global, yang diandalkan negara-negara di Timur Tengah untuk memberi makan jutaan orang yang hidup dari roti bersubsidi dan mie murah.

Mereka juga pengekspor utama biji-bijian lain dan minyak biji bunga matahari yang digunakan untuk memasak.

Bahkan sebelum perang di Ukraina, orang-orang di negara-negara di Timur Tengah dan Afrika Utara tidak mendapatkan cukup makanan untuk dimakan.

Baca juga: Pemberontak Tigrayan Sudan Bunuh Warga Sipil Ethiopia, Ratusan Ribu Orang Melarikan Diri

Sekarang dengan gangguan perdagangan yang dipicu oleh konflik, lebih banyak komoditas menjadi tidak terjangkau atau tidak tersedia, seperti dilansir AP, Senin (28/3/2022).

“Sederhananya, orang tidak mampu membeli makanan dengan kualitas atau kuantitas yang mereka butuhkan," kata Lama Fakih, Direktur Timur Tengah dan Afrika Utara di Human Rights Watch.

"Mereka berada di negara-negara yang terkena dampak konflik dan krisis dengan risiko terbesar,” tambahnya.

Sementara, hanya satu bulan sejak invasi Rusia ke Ukraina, lebih dari 3,6 juta pengungsi terpaksa meninggalkan negara itu.

Sehingga, menjadi krisis pengungsi yang tumbuh paling cepat sejak Perang Dunia II, menurutBadan Pengungsi PBB.

Tambahan 6,5 juta orang telah mengungsi secara internal di Ukraina dan lebih dari 12 juta lebih telah terkena dampak di daerah-daerah yang paling parah dilanda perang.

Baca juga: Lebanon Krisis, Kasus Pencurian, Perampokan Sampai Pembunuhan Melonjak Tajam

Kebutuhan kemanusiaan meningkat secara eksponensial.

"Banyak orang tetap terjebak di daerah konflik yang meningkat dan dengan layanan penting terganggu, tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar lagi, seperti makanan, air dan obat-obatan," kata badan tersebut.

"Pengiriman bantuan penyelamatan jiwa tetap menantang, dengan kurangnya akses kemanusiaan yang aman," katanya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved