Breaking News:

Dai Perbatasan

Kafilah Dai dari Akademi Dakwah Indonesia Aceh Dikirim ke Perbatasan Aceh dan Sumut Selama Ramadhan

Ia menjelaskan, kegiatan utama yang akan dilaksanakan para dai daiyah muda itu adalah menghidupkan masjid untuk shalat berjamaah lima waktu, imam shal

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Pelepasan Kafilah Dakwah Perbatasan di Komplek Markaz Dewan Dakwah Aceh di Gampong Rumpet,Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Senin (28/3/2022). 

Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Akademi Dakwah Indonesia (ADI) yang merupakan lembaga pendidikan binaan Dewan Dakwah Aceh mengirimkan 31 dai dan daiyah ke perbatasan dan pedalaman Aceh serta Sumatera Utara selama Ramadhan 1443 H. Mereka tergabung dalam “Kafilah Dakwah Ramadhan”.

Daerah sebaran dai tersebut diantaranya ke Subulussalam, Pulau Banyak Aceh Singkil dan Aceh tenggara. Serta ke Kabupaten Dairi dan Karo di Sumatera Utara.

Informasi tersebut disampaikan oleh Direktur ADI, Dr Abizal Muhammad Yati, Lc, MA pada acara pelepasan Kafilah Dakwah Perbatasan di Komplek Markaz Dewan Dakwah Aceh di Gampong Rumpet, Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Senin (28/3/2022).

“Ke 31 kafilah dakwah itu terdiri atas 20 dai dan 11 daiyah. Mereka akan bertugas satu bulan penuh selama Ramadhan terhitung dari 29 Sya’ban hingga 1 Syawal 1443 H,” kata Dr Abizal.

Ia menjelaskan, kegiatan utama yang akan dilaksanakan para dai daiyah muda itu adalah menghidupkan masjid untuk shalat berjamaah lima waktu, imam shalat tarawih dan shalat fardhu, ceramah ramadhan, khutbah jumat dan idul fitri.

Selanjutnya mengajarkan Alquran kepada semua kalangan, pembinaan muallaf, praktik ibadah dan kegiatan sosial keagamaan lainnya.

Dai Perbatasan Ini Sebut Judi Online Marak di Aceh Tenggara, Minta Bupati Bentuk Tim Pemberantasan

“Pengiriman kafilah dakwah ini bekerjasama dengan Forum Dakwah Perbatasan (FDP). Dimana FDP menanggung biaya tranportasi dan konsumsi selama kegiatan berlangsung,” kata Abizal.

Sekretaris ADI, Ustaz Hanisullah M.Pd menambahkan sebelum para kafilah itu diberangkatkan ke lokasi tugas, mareka terlebih dahulu mengikuti pembekalan selama dua hari.

Pembekalan tersebut bertujuan agar mareka ini memahami konsep dakwah di dalam masyarakat.

Adapun materi yang disampaikan diantaranya Urgensi Dakwah di Perbatasan, Peta Dakwah, Karakteristik Mad’u dan Memahami Medan Dakwah.

Selanjutnya Jurnalistik Dakwah, Da’I Positif, Akhlak Para Dai dan Praktik Khutbah/Ceramah.

“Kita berharap dengan pembekalan tersebut mareka akan semakin percaya diri dan siap menjalankan tugasnya di daerah,” kata Ustaz Hanisullah.

Sementara itu Ketua Dewan Dakwah Aceh Dr. Muhammad AR, M.Ed dalam sambutannya mengatakan sejumlah daerah di perbatasan Aceh dan Sumut sangat membutuhkan kehadiran para dai.

Masyarakat di perbatasan tersebut sangat tertinggal di semua bidang kehidupan terutama bidang agama. Selain itu disana sering terjadinya pendangkalan aqidah dan minim pengetahuan islam serta lemah dalam mengamalkan syariat.

Berdakwah dalam Kondisi Serba Keterbatasan, ACT Salurkan Bantuan Biaya Hidup Dai Perbatasan di Aceh

Ia juga berpesan kepada para dai daiyah Kafilah Dakwah Ramadhan untuk memasang niat yang ikhlas, bersabar dalam menghadapi tantangan dakwah dan menyampaikan dakwah dengan cara santun dan lemah lembut.

“Kami mengharapkan melalui kafilah dakwah ini bisa menghidupkan daerah-daerah di pedalaman dan perbatasan Aceh dengan kegiatan-kegiatan keagamaan selama bulan ramadhan. Sehingga masyarakat dapat mengisi ramadhan dengan amal-amal shaleh dan mendapatkan ilmu pengetahuan,” pungkas Dr Muhammad AR.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved