Kamis, 4 Juni 2026

Internasional

Perundingan Damai di Istanbul Berlangsung Dingin, Tanpa Jabat Tangan

Perundingan damai di Istanbul, Turki yang dihadiri perwakilan Rusia dan Ukraina berlangsung dingin.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
Cem Ozdel/Anadolu Agency/Getty
Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu (tengah) menyampaikan pidato di depan delegasi Rusia dan Ukraina di Istana Dolmabahce, Istanbul, Turki, Selasa (29/3/2022) 

SERAMBINEWS.COM, ISTANBUL - Perundingan damai di Istanbul, Turki yang dihadiri perwakilan Rusia dan Ukraina berlangsung dingin.

Pejabat kedua belah pihak tidak ada yang bersedia berjabat tangan atau saling sapa.

Televisi Ukraina melaporkan pembicaraan damai tatap muka pertama dalam lebih dari dua minggu telah dimulai dengan sambutan dingin.

Dilaporkan, tidak ada jabat tangan antara kedua belah pihak yang sedang bertikai, seperti dilansir The Telegrap, Selasa (29/3/2022).

Davyd Arakhamia, seorang pengusaha Ukraina kelahiran Georgia dan anggota parlemen, memimpin delegasi Kiev.

Pihak Rusia, dipimpin Vladimir Medinsky, mantan Menteri Budaya Rusia.

Baca juga: Zelenskyy Menegaskan Oligarki Rusia Berusaha Membantu Ukraina Selama Invasi Rusia

"Anggota delegasi mengadakan pertemuan paralel pada seluruh spektrum masalah yang diperdebatkan," kata Mikhail Podolyak, seorang penasihat presiden Ukraina di Twitter.

Rusia yang menghancurkan Ukraina telah menimbulkan tengah keraguan, pertemuan itu akan berakhir dengan kompromi atau gencatan senjata.

Negosiasi yang terbaru dalam beberapa putaran diskusi untuk mengakhiri serangan gencar Presiden Rusia Vladimir Putin dengan cepat menjadi perang paling merusak dan mengganggu Eropa sejak 1990-an.

Menjelang pembicaraan, pemimpin Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan negaranya siap menyatakan netralitas.

Dia juga meminta jaminan keamanan kepada Rusia, termasuk menjaga negara itu bebas nuklir jika Moskow menarik pasukannya.

Baca juga: Senator AS, Presiden Ukraina Sampai Dubes Ukraina untuk AS, Minta Barat Kirim Jet Tempur

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengharapkan resolusi untuk bencana kemanusiaan negara itu setidaknya, dan gencatan senjata yang terbaik.

"Kami tidak memperdagangkan orang, tanah dan kedaulatan," katanya.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan akan menjadi jelas, negosiasi damai itu akan menjanjikan.

Hal yang paling mencuat dalam pembicaraan tersebut adalah status wilayah Ukraina di timur dan tenggara yang direbut oleh Rusia.

Moskow ingin Kiev mengakui perampasan tanah di wilayah Donbass dan Semenanjung Krimea, sesuatu yang ditolak Ukraina.(*)

Baca juga: Rusia Harapkan Pembicaraan Damai Akan Akhiri Invasi, Presiden Ukraina Tawarkan Negara Netral

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved