Rabu, 15 April 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Perundingan Rusia-Ukraina di Turki Dimulai, Pertempuran di Sekitar Kiev Bakal Mereda

Perunding Rusia dan Ukraina memulai pembicaraan tatap muka di Istanbul, Turki, pada Selasa (29/3/2022).

Editor: Faisal Zamzami
AFP/Aris Messinis
Seorang petugas pemadam kebakaran berdiri dekat kobaran api yang dipicu serangan pasukan Rusia di Kharkiv, Ukraina, Jumat (25/3/2022). 

SERAMBINEWS.COM - Perunding Rusia dan Ukraina memulai pembicaraan tatap muka di Istanbul, Turki, pada Selasa (29/3/2022).

Hal itu dilaporkan oleh kantor berita resmi Turki, dengan tuan rumah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak mereka untuk mengakhiri tragedi ini.

Pembicaraan tatap muka di istana Dolmabahce di Istanbul ini bertujuan untuk mencoba mengakhiri perang yang telah menewaskan sekitar 20.000 orang dan memaksa lebih dari 10 juta orang meninggalkan rumah mereka.

“Kedua pihak memiliki kekhawatiran yang sah. Sangat mungkin untuk mencapai solusi yang dapat diterima oleh komunitas internasional,” kata Erdogan, dikutip dari AFP.

“Terserah kedua pihak (bagaimana caranya) untuk bisa mengakhiri tragedi ini," tegasnya.

Yang jelas kata Erdogan, perpanjangan konflik bukanlah kepentingan siapa pun.

“Seluruh dunia sedang menunggu kabar baik dari Anda,” lanjut Erdogan.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu juga dijadwalkan bertemu dengan delegasi Ukraina dan Rusia pada Selasa ini.

Turki sebelumnya menjadi tuan rumah pertemuan pertama antara menteri luar negeri Ukraina dan Rusia pada 10 Maret, setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari.

Pembicaraan di kota selatan Antalya itu gagal menghasilkan gencatan senjata atau membuat kemajuan nyata lainnya.

 
Pada Senin (27/3/2022) malam, Erdogan mengatakan bahwa negaranya adalah satu-satunya yang telah melakukan upaya tulus untuk menemukan solusi krisis melalui dialog, negosiasi, dan kesepakatan, sejak aneksasi Rusia atas Crimea pada 2014.

Turki, yang berbagi pantai Laut Hitam dengan Rusia dan Ukraina, berusaha menjaga hubungan baik dengan keduanya dan telah menawarkan untuk menengahi sejak dimulainya perang.

Ankara adalah sekutu tradisional Kyiv dan telah memasok negara itu dengan drone Bayraktar, yang telah dikerahkan Ukraina dalam konflik tersebut.

Tetapi, Turki juga berusaha untuk tetap berhubungan baik dengan Rusia, di mana negara itu sangat bergantung pada impor gas dan pendapatan pariwisata.

Turki juga bekerja sama dengan Perancis dan Yunani dalam "operasi kemanusiaan" untuk mengevakuasi orang-orang dari kota pelabuhan Mariupol yang hancur di Ukraina, yang telah dihantam oleh pasukan Rusia.

Baca juga: Rusia Akan Terus Menghilangkan Nazi, Melenyapkan Sentimen Nasionalis Ukraina

Baca juga: Presiden Turki Desak Rusia dan Ukraina Sepakati Gencatan Senjata, Harus Segera Akhiri Tragedi

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved