Breaking News
Senin, 18 Mei 2026

Berita Jakarta

Luhut Senyum Jokowi Diteriaki '3 Periode', Peserta Silatnas Desa Usul Luhut Jadi Presiden

Seorang perwakilan desa dari Provinsi Aceh bernama Muslim meneriakkan "Jokowi 3 Periode" saat mengikuti acara Silaturahmi Nasional Desa 2022

Tayang:
Editor: bakri
BPMI SETPRES/AGUS SUPARTO
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno (kanan) meninjau sekaligus meresmikan penataan Kawasan Pantai Bebas Parapat di kawasan Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sumut, Rabu (2/2/2022). Dalam kunjungannya di Sumut ini Jokowi melakukan sejumlah peresmian, antara lain Jalan Bypass Balige, penataan Kawasan Pantai Bebas Parapat, dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Parapat. (BPMI SETPRES/AGUS SUPARTO) 

JAKARTA - Seorang perwakilan desa dari Provinsi Aceh bernama Muslim meneriakkan "Jokowi 3 Periode" saat mengikuti acara Silaturahmi Nasional Desa 2022 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (APDESI) di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (29/3/2022).

Pernyataan itu disampaikan Muslim saat berbicara dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Mulanya Muslim menceritakan kondisi Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di Aceh kepada Luhut.

Ratusan datok penghulu saat menghadiri pelantikan DPC Apdesi Aceh Tamiang periode 2022-2027, di Karangbaru, Senin (14/3/2022).
Ratusan datok penghulu saat menghadiri pelantikan DPC Apdesi Aceh Tamiang periode 2022-2027, di Karangbaru, Senin (14/3/2022). (Serambi Indonesia)

Saat itu Jokowi belum datang.

Muslim kemudian meminta Luhut agar menyampaikan aspirasinya kepada Jokowi, yakni memindahkan kantor pengurus TNGL dari Medan ke Aceh.

Dia memohon Luhut menyampaikan aspirasi itu kepada Jokowi.

Dan di akhir pernyataannya itulah Muslim menyerukan Jokowi 3 periode.

"Tolong ini sebagai permintaan kami kepada Bapak.

Baca juga: Pedagang di NTT Teriaki Jokowi Tiga Periode

Baca juga: LaNyalla: DPD Palang Pintu Halau Jabatan Presiden Tiga Periode

Saya yakin Bapak bisa mengabulkannya dan Pak Presiden bisa mengabulkannya.

Jokowi 3 periode, setuju?" ucap Muslim berteriak.

"Setuju!" kata sebagian peserta sembari berteriak.

Luhut tak langsung merespons seruan tersebut.

Dia hanya tersenyum saat mendengar usulan Muslim terkait periode ketiga untuk Jokowi itu.

Teriakan 'Jokowi 3 Periode' kemudian juga menggema saat Jokowi yang juga hadir di acara itu akan meninggalkan Istora.

Saat itu Jokowi tengah membagikan kaus kepada para hadirin sebelum memasuki mobil RI 1.

Seorang peserta Silatas tiba-tiba meneriakkan dukungan tiga periode di hadapan Jokowi.

"Pak Jokowi, tiga periode!" ucap seorang peserta sembari mengacungkan tiga jari sebagai simbol tiga periode.

Namun Jokowi tidak merespons teriakan itu.

Baca juga: Mayoritas Masyarakat Indonesia Tolak Jokowi Maju untuk Presiden 3 Periode

Ia tetap membagikan beberapa kaus serta kemudian bergegas meninggalkan lokasi.

Selain usul Jokowi 3 periode, di forum yang sama ada pula peserta yang mendorong Luhut untuk menjadi calon presiden di Pilpres 2024.

Peserta Silatnas perwakilan dari Desa Pasir Wangi, Jawa Barat bernama Sutisna mendoakan Luhut agar panjang umur dan menjadi presiden pengganti Jokowi.

"Pertanyaan saya, apakah Bapak siap dicalonkan sebagai presiden setelah Bapak Jokowi lengser?" ucap Sutisna disambut keriuhan peserta lain.

Luhut hanya tersenyum merespons ucapan Sutisna itu.

Kemudian, dia menyatakan tidak akan mencalonkan diri pada 2024.

"Hatur nuhun Kang Sutisna.

Satu saja permintaan saya, boleh? Doakn kami sehat-sehat," ujarnya.

"Saya enggak mau, saya pikir ada waktunya saya pensiun.

Tidak mimpi saya jadi wakil presiden atau presiden, biarlah yang lain.

Saya hanya menuntaskan tanggung jawab yang diberikan Presiden kepada saya," ujarnya.

Tolak Gelar ‘Bapak Pembangunan’

Sementara itu Ketua APDESI Surta Wijaya dalam forum itu menobatkan Jokowi sebagai Bapak Pembangunan Desa Indonesia.

Hal itu ia sampaikan sesaat sebelum Jokowi menyampaikan pidatonya.

Surta tiba-tiba maju ke atas panggung dan mengaku lupa menyampaikan hal itu dalam pidato pembukaannya.

"Rekan rekan kepala desa bikin sejarah aja, lupa.

Memang begini kelakuan kepala desa.

Ada pidato satu yang belum disampaikan, lupa, entar ke bawa pulang tidur, stres kita," kata dia.

"Hal yang wajar kita berikan saat ini beliau selaku Bapak Pembangunan Desa.

setuju?" kata Surta.

Surta kemudian mengajak ribuan Kepala Desa yang hadir untuk berdiri dan mengangkat tangan sebagai tanda persetujuan penobatan Jokowi sebagai Bapak Pembangunan Desa.

"Kalau setuju, tidak perlu munafik di depan saya, berdiri semua kalau setuju, bangun angkat tangan.

Terima kasih pak presiden inilah bahwa kami di Apdesi menyatakan bapak Presiden Jokowi selaku Bapak Pembangunan Desa, Allahu Akbar, alhamdulillah," kata Surta.

Merespons hal itu, Jokowi mengatakan yang pantas mendapat gelar Bapak Pembangunan Desa adalah para kepala desa di seluruh Indonesia.

Karena, kata Jokowi, yang membangun langsung desa adalah para kepala desa, bukan dirinya.

"Tadi yang terakhir yang disampaikan mengenai Bapak Pembangunan Desa, yang layak itu Bapak Ibu semuanya bukan saya.

Karena yang membangun desa itu Bapak Ibu semuanya, yang bekerja keras membangun desa Bapak Ibu semuanya," kata Presiden.

Jokowi mengaku hanya bertugas membuat aturan pembangunan di desa.

Sementara pelaksanaannya dilakukan oleh para kepala desa bersama perangkatnya.

"Saya itu bagian policy, di atas.

Jadi bapak pembangunannya itu bapak Ibu semuanya," kata Jokowi. (tribun network/fik/dod)

Baca juga: Eks Timses Jokowi Jadi Ketua Tim Seleksi Anggota KPU-Bawaslu Periode 2022-2027

Baca juga: Rocky Gerung Prediksikan Periode Kedua Pemerintahan Jokowi Tak sampai 2024, Penonton Langsung Riuh

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved