Berita Pidie
Jembatan Rangka Baja Senilai Rp 8 Miliar belum Bisa Digunakan, Kadis PUPR Pidie Angkat Bicara
"Sebenarnya kita telah menganggarkan dana untuk pengecoran lantai jembatan pada tahun 2022, tapi dananya terkena refocusing. Insya Allah kita alokasi
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Nurul Hayati
"Sebenarnya kita telah menganggarkan dana untuk pengecoran lantai jembatan pada tahun 2022, tapi dananya terkena refocusing. Insya Allah kita alokasi kembali pada tahun 2023 sekitar Rp 500 juta lebih untuk pengecoran lantai," jelasnya.
Laporan Muhammad Nazar I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Jembatan rangka baja sepanjang 65 meter yang melintasi Krueng Leumik, Gampong Mane, Kecamatan Mane, Pidie yang menguras dana sekitar Rp 8 milar lebih belum bisa digunakan masyarakat.
Sarana penyeberangan itu menghubungkan Gampong Mane dengan Lutueng, Kecamatan Mane.
Berdasarkan data diperoleh Serambinews.com, Kamis (31/3/2022), jembatan rangka baja itu telah dianggarkan dana dua tahap.
Rinciannya, tahap pertama pada tahun 2018 telah selesai pekerjaan jembatan itu dengan dana APBA sekitar Rp 1,28 miliar yang dikerjakan CV Bina Bersama.
Lalu, di tahun 2019 Pemkab Pidie melanjutkan pekerjaannya dengan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) sekitar 6,930 miliar, yang dikerjakan CV LZ Brothers.
Tahap kedua pun telah selesai dikerjakan sesuai kontrak.
"Sejak selesai dikerjakan tahun 2018, jembatan rangka baja melintasi Krueng Leumik belum bisa digunakan masyarakat," kata Keuchik Gampong Mane, Muhammad Jamil, kepada Serambinews.com, Kamis (31/3/2022)
Menurutnya, warga di Kecamatan Mane sangat mengharapkan jembatan rangka baja itu bisa digunakan masyarakat untuk mengangkut hasil perkebunan dan hasil pertanian.
Namun, dua tahap telah dikerjakan, jembatan rangka baja Krueng Leumik belum bisa digunakan warga.
"Awalnya di lokasi jembatan itu hanya dibentangkan kabel yang diikat dengan pohon kayu melintasi sungai," ujarnya.
Sementara Kepala Dinas PUPR Pidie, Buchari MSI, yang dihubungi Serambinews.com, Kamis (31/3/2022) menjelaskan, proyek jembatan rangka baja di Kecamatan Mane belum bisa digunakan, lantaran belum dilakukan pengecoran lantai jembatan.
"Sebenarnya kita telah menganggarkan dana untuk pengecoran lantai jembatan pada tahun 2022, tapi dananya terkena refocusing. Insya Allah kita alokasi kembali pada tahun 2023 sekitar Rp 500 juta lebih untuk pengecoran lantai," jelasnya.
Ia menambahkan, jembatan rangka baja itu awalnya dikerjakan pada tahun 2018 menggunakan APBA.
Namun, pada tahun 2019 dilanjutkan dengan APBK Pidie Rp 6 miliar lebih untuk pemasangan rangka baja dan plat lantai jembatan. (*)
Baca juga: Perjuangan Panjang Aceh Tamiang Bangun Jembatan Kembar Membuahkan Hasil, Sempat Terkendala Covid-19