Berita Aceh Besar
Pangkalan di Pulo Breuh Diduga Jual Elpiji 3 Kg Capai Rp 35 Ribu/Tabung, Ini Tanggapan Hiswana Migas
Harga tersebut dinilai sangat 'mencekik', mengingat sebagian besar masyarakat di pulau terluar itu berprofesi sebagai nelayan tradisional.
Penulis: Misran Asri | Editor: Mursal Ismail
Harga tersebut dinilai sangat 'mencekik', mengingat sebagian besar masyarakat di pulau terluar itu berprofesi sebagai nelayan tradisional.
Laporan Misran Asri | Aceh Besar
SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Harga gas elpiji 3 kg di Pulo Breuh, Kecamatan Pulo Aceh, Aceh Besar, mencapai Rp 35 ribu per tabung.
Bahkan harga itu dijual di pangkalan resmi di sana.
Harga tersebut dinilai sangat 'mencekik', mengingat sebagian besar masyarakat di pulau terluar itu berprofesi sebagai nelayan tradisional.
Kondisi yang sudah berlangsung lama tersebut dikeluhkan oleh Muhajir, warga Pulo Aceh, kepada Serambinews.com, Rabu (30/3/2022).
Ia menyebutkan warga di 12 gampong dalam dua Kemukiman di Pulo Breuh, masing-masing Mukim Pulo Breuh Utara dan Pulo Breuh Selatan, sangat bergantung dengan keberadaan satu pangkalan gas elpiji 3 kg itu di sana.
Artinya, kata Muhajir, mau tak mau, harga Rp 35 ribu per tabung yang dijual di pangkalan elpiji itu tetap harus mereka beli.
Padahal harga itu sangat berbeda jauh dengan harga eceran tertinggi (HET) di luar Pulo Aceh yang sekkitar Rp 18 ribu per tabung.
"Kami harus menerima kenyataan pahit ini pak. Karena itu, kami mohon perhatian Pemerintah Aceh Besar dan lembaga serta instansi terkait untuk melakukan pemantauan dan pengawasan.
Jangan suka-suka mereka memainkan harga yang justru menyengsarakan masyarakat. Kasihan masyarakat," pungkasnya.
Hiswana Migas akan dalami
Sementara Ketua Hiswana Migas Aceh, Nahrawi Noerdin yang dihubungi Serambinews.com, Rabu (30/3/2022) mengungkapkan pihaknya akan mendalami informasi itu.
Jika benar, maka akan segera berkoordinasi dengan Pertamina.
"Kalau benar masyarakat di Pulo Aceh harus membayar Rp 35 ribu untuk bisa mendapatkan gas elpiji 3 kg dari pangkalan, tentu kondisi ini sangat disayangkan," kata Nahrawi.