Selasa, 28 April 2026

Berita Aceh Timur

Warga Aceh Timur yang Sebelumnya Sakit Parah di Gorontalo, Telah Meninggal Dunia

"Innalillahi Wainna Ilaihi Raji'un. Turut berduka cita secara mendalam atas meninggalnya saudara kita, Muslem pada Rabu (30/3/2022) pagi di Gorontalo

Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Muslem (45), warga Gampong Matang Pudeng, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur yang tinggal di Provinsi Gorontalo dan diketahui menderita sakit parah sejak beberapa bulan lalu, dikabarkan telah meninggal dunia, Rabu (30/3/2022) 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA  - Muslem (45), warga Gampong Matang Pudeng, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur yang tinggal di Provinsi Gorontalo dan diketahui menderita sakit parah sejak beberapa bulan lalu, dikabarkan telah meninggal dunia, Rabu (30/3/2022).

Kabar duka tersebut disampaikan Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma melalui fanpage facebooknya, Kamis, 31 Maret 2022

"Innalillahi Wainna Ilaihi Raji'un. Turut berduka cita secara mendalam atas meninggalnya saudara kita, Muslem pada Rabu (30/3/2022) pagi di Provinsi Gorontalo.

Semoga seluruh amal ibadah almarhum diterima Allah SWT, diampunkan segala dosa dan mendapat tempat mulia disisi-Nya. Amin Ya Rabbal Alamin", tulis Haji Uma.

Baca juga: Tak Hanya di Aceh, Haji Uma Tanggung Biaya Pengobatan Warga Aceh Derita Penyakit Aneh di Gorontalo

Dalam postingan fanpage Haji Uma, diketahui bahwa jenazah almarhum telah dikebumikan di Desa Olimohulo Kecamatan Asparaga, Kabupaten Gorontalo, pada Rabu, 30 Maret 2022.

Hal ini diputuskan setelah proses musyawarah keluarga di Aceh dan Haji Uma.

Haji Uma yang dimintai keterangannya mengaku menerima kabar duka tersebut dari Marzuki, adik kandung almarhum yang sejak beberapa waktu lalu telah berada di sana dengan bantuan staf kantor Sekretariat DPD RI Provinsi Gorontalo yang mengantarnya ke kediaman almarhum bersama istrinya

Muslem (45), warga Aceh yang penderita penyakit aneh di Gorontalo
Muslem (45), warga Aceh yang penderita penyakit aneh di Gorontalo (For Serambinews.com)

"Kabar duka ini saya terima dari Bukhari, adik kandung almarhum yang sejak beberapa waktu lalu telah berada di sana.

Hasil musyawarah keluarga dengan pertimbangan berbagai hal, maka diputuskan almarhum dikebumikan di kampung istrinya," kata Haji Uma.

Baca juga: Haji Uma Ingatkan Pemerintah Aceh dan DPRA Untuk Tidak Main-Main Dengan JKA

Lebih lanjut Haji Uma mengungkapkan bahwa sebelumnya almarhum telah menjalani proses pengobatan di rumah sakit dengan dibantu oleh staf Sekretariat DPD RI di Gorontalo.

Kondisinya sempat membaik dan rencananya dipulangkan ke Aceh, namun hasil tes PCR positif covid-19 dan mesti menjalani karantina selama 15 hari.

Dalam masa karantina, almarhum kembali jatuh sakit dan hasil komunikasi Marzuki dan Haji Uma maka diambil langkah untuk membawanya kembali ke rumah sakit.

Setelah dua hari menjalani perawatan, Muslem menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit setempat.

Haji Uma yang juga turut membantu biaya untuk pemakaman dan kepulangan adik almarhum dari Gorontalo ke Aceh Timur berharap agar keluarga yang ditinggalkan baik di Gorontalo maupun di Aceh diberikan kesabaran, ketabahan serta kekuatan iman lahir batin oleh Allah SWT.

"Segala sesuatu yang bernyawa telah Allah tetapkan batas waktunya. Semoga keluarga dari almarhum Muslem di Gorontalo dan di Aceh Allah berikan kesabaran, ketabahan serta kekuatan iman lahir batin dalam menerima cobaan ini", tutup Haji Uma.

Baca juga: VIDEO Warga Aceh di Gorontalo Derita Penyakit Aneh, Haji Uma Tanggung Biaya Pengobatan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved