Dibanding Negara Lain, Luhut Sebut Indonesia Paling Lambat Naikkan Harga Pertamax

"Kenaikan kemarin sudah kita putuskan rapat di Istana, hari ini kita kan sudah naik Pertamax ya pada 1 April."

Editor: Faisal Zamzami
Dokumentasi Facebook Resmi Luhut Binsar Pandjaitan
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan tengah mengadakan rapat koordinasi secara daring dengan kementerian dan lembaga terkait membahas perkembangan program padat karya, di Jakarta, Senin (15/2/2021). 

SERAMBINEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax tidak hanya terjadi di tanah air. 

Menurutnya, negara lain bahkan sudah lebih dahulu menaikan harga BBM.  

Luhut mengklaim, Indonesia menjadi salah satu negara yang paling lambat dalam menerapkan kebijakan tersebut. 

Pernyataan tersebut disampaiakan Luhut saat kunjungannya di Depo LRT Jabodebek di Jatimulya, Bekasi Timur, Jawa Barat, Jumat (1/4/2022).

"Kenaikan kemarin sudah kita putuskan rapat di Istana, hari ini kita kan sudah naik Pertamax ya pada 1 April."

"Tapi, saya ingin tekankan, seluruh dunia, kemarin paparan saya kepada Presiden, memang kita yang paling lambat menaikkan," kata Luhut, Jumat (1/4/2022), dilansir Kompas.com.

Diketahui, harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax naik dari sebelumnya Rp9.000 per liter menjadi Rp12.500 per liter mulai 1 April 2022.

Luhut menilai kenaikan BBM ini imbas dari Invasi Rusia ke Ukraina. 

Yang mana mengakibatkan kelangkaan minyak mentah atau crude oil dan kelangkaan minyak nabati.

 
"Semua negara-negara sudah menaikkan. Memang kelangkaan daripada crude oil karena perang Ukraina dengan Rusia."

"Kemudian kelangkaan juga sekarang sun flower karena tidak ekspor dan impor dari Ukraina dan sanksi itu tadi punya masalah yang membuat ini bermasalah," jelasnya. 


Lebih lanjut, Luhut juga beranggapan Indonesia beruntung karena mampu mengatasi dampak tersebut dari sisi perekonomian.

Ia juga mengatakan kenaikan harga Pertamax dilakukan lantaran asumsi harga minyak dunia dalam APBN sudah sangat jauh dengan harga minyak di lapangan.

"Kita beruntung, kita masih bisa mengatur ekonomi kita lebih baik sehingga dampaknya tidak terlalu besar, walaupun tetap kita harus naikkan (harga Pertamax), tidak punya pilihan," katanya. 

"Karena kalau tidak dinaikkan harga asumsi crude oil 63 dolar AS di APBN, sekarang ini sudah 98 atau 100 dolar AS."

"Kalau ditahan terus, jebol nanti Pertamina. Jadi terpaksa kita harus lepas," jelasnya.

Baca juga: Setelah Pertamax Naik, Luhut Isyaratkan Harga Pertalite hingga Gas Elpiji 3 Kg Bakal Naik Tahun Ini

Baca juga: Resmi Naik per 1 April 2022, Berikut Daftar Harga Pertamax di Seluruh Indonesia

Daftar Harga Pertamax Terbaru di Seluruh Wilayah di Indonesia

Berikut ini harga terbaru bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax yang mulai berlaku hari ini. 

Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, harga Pertamax disesuaikan harganya menjadi Rp12.500 per liter (untuk daerah dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor /PBBKB 5 persen), dari harga sebelumnya Rp9.000 per liter.

1. Nanggroe Aceh Darussalam: Rp 12.500

2. Sumatera Utara: Rp 12.750

3. Sumatera Barat: Rp 12.750

4. Riau: Rp 13.000

5. Kepulauan Riau: Rp 13.000

6. Kodya Batam (FTZ): Rp 13.000

7.  Jambi: Rp 12.750

8. Bengkulu: Rp 13.000

9. Sumatera Selatan: Rp 12.750

10. Bangka-Belitung: Rp 12.750

11. Lampung: Rp 12.750

12. DKI Jakarta: Rp 12.500

13. Banten: Rp 12.500

14. Jawa Barat : Rp 12.500

15.  Jawa Tengah: Rp 12.500

16. DI Yogyakarta: Rp 12.500

17. Jawa Timur: Rp 12.500

18. Kalimantan Barat: Rp 12.750

19. Kalimantan Tengah: Rp 12.750

20. Bali: Rp 12.500

21. Nusa Tenggara Barat: Rp 12.500

22. Nusa Tenggara Timur: Rp 12.500

23. Kalimantan Selatan: Rp 12.750

24. Kalimantan Timur: Rp 12.750

25. Kalimantan Utara: Rp 12.750

26. Sulawesi Utara: Rp 12.750

27. Gorontalo: Rp 12.750

28. Sulawesi Tengah: Rp 12.750

29. Sulawesi Tenggara: Rp 12.750

30. Sulawesi Selatan: Rp 12.750

31. Sulawesi Barat: Rp 12.750

32. Maluku: Rp 12.750

33. Maluku Utara: Rp 12.750

34. Papua: Rp 12.750

35. Papua Barat: Rp 12.750

Baca juga: Maudy Ayunda Merasa Terhormat Jadi Jubir Presidensi G20 Indonesia: Ini Momentum Bersejarah

Baca juga: DPRA Awasi Proyek Pembangunan 2022, Ingatkan Kontraktor agar Pekerjaan Bisa Selesai Tepat Waktu

Baca juga: Setelah Pertamax Naik, Luhut Isyaratkan Harga Pertalite hingga Gas Elpiji 3 Kg Bakal Naik Tahun Ini

Tribunnews.com: Luhut Sebut Indonesia Paling Lambat Naikkan Harga Pertamax Dibanding Negara Lain

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved