Breaking News:

Ramadhan 2022

Anggap Puasa Tahun ini Puasa Terakhir Agar Totalitas Beribadah, Khutbah di Masjid HKL

Khatib khutbah Jumat adalah Dr Tgk H Iqbal Muhammad MAg dengan imam Tgk H Jamhuri Ramly, SQ MA.

Editor: Syamsul Azman
SERAMBINEWS.COM/SYAMSUL AZMAN
Khatib sekaligus Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh mengatakan, dalam waktu dekat Muslim akan berpuasa, meskipun di Indonesia ada perbedaan memulai berpuasa, tidak semestinya menjadi jurang pemisah, maupun menjadi pemecah ukhwah islamiyah. 

SERAMBINEWS.COM – Menganggap puasa kali ini adalah puasa dalam bulan Ramadhan terakhir dalam hidup, akan menjadikan seorang muslim lebih bersungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah.

Hal ini karena apabila seseorang mengingat batas waktunya yang amat singkat, maka akan mengubah pandangannya terhadap perilaku dan sikapnya dalam hidup.

Penjelasan mengenai puasa yang terakhir dijelaskan oleh khatib khutbah Jumat di Masjid Haji Keuchik Leumiek (HKL) Banda Aceh, Jumat (1/4/2022).

Khatib khutbah Jumat adalah Dr Tgk H Iqbal Muhammad MAg dengan imam Tgk H Jamhuri Ramly, SQ MA.

Khatib sekaligus Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh mengatakan, dalam waktu dekat Muslim akan ber puasa, meskipun di Indonesia ada perbedaan memulai ber puasa, tidak semestinya menjadi jurang pemisah, maupun menjadi pemecah ukhwah islamiyah.

“Insyaallah, semoga Allah SWT panjangkan umur kita, sehingga kita bisa bertemu dengan bulan Ramadhan, perbedaan hari pertama puasa bukan menjadi persoalan, sehingga diharapkan meskipun adanya perbedaan, tidak menimbulkan perpecahan,” ucap khatib.

“Yang paling utama adalah kita berpuasa, jangan jadikan perbedaan sebagai perusak hubungan, merusak ukhwah islamiah,” tambah khatib, sekaligus Kakanwil Kemenag Aceh.

Baca juga: VIDEO Acara Puncak Road to Shalat Isra Miraj Event di Masjid Haji Keuchik Leumiek

Ramadhan adalah bulan penuh dengan kemuliaan, sehingga kedatangannya sangat dirindukan orang-orang beriman.

Sebagaimana bahagia menyambut tamu istimewa datang, menyambut kedatangan bulan Ramadhan dengan bergembira juga mencerminkan orang beriman.

“Seperti menyambut tamu istimewa, kita selalu bersuka cita menyambutnya datang, sama halnya juga ketika bulan Ramadhan tiba, sebagai orang beriman, menyambut bulan Ramadhan dengan penuh suka cita,” terang khatib.

Dalam bulan Ramadhan, memang tidak semua umat Islam ber puasa, baik karena kondisi kesehatan, ataupun karena enggan menjalankan perintah Allah SWT.

Sehingga, dalam bulan Ramadhan ini, akan membuktikan seseorang itu beriman kepada Allah SWTatau tidak.

“Ketika tiba bulan Ramadhan, maka perintah Allah wajib dilaksanakan oleh setiap muslim untuk ber puasa. Meski demikian ternyata ada yang tidak ber puasa, tidak bisa menahan hawa nafsunya, bahkanada yang masih melakukan perbuatan maksiat,” ungkap khatib.

“Bulan Ramadhan ini adalah momen melihat manusia, apakah beriman kepada Allah SWT, karena bisa dengan mudah tahu, seseorang itu benar beriman atau tidak,” tambahnya.

Baca juga: VIDEO Komunitas Motor Laksanakan Road to Shalat Isra Miraj Event Masjid Haji Keuchik Leumiek

Agar ibadah puasa bisa dijalankan dengan baik, alangkah baiknya seorang muslim menganggap puasa yang dijalankan ini adalah buasa terakhir di dalam hidupnya.

Karena, dengan kondisi demikian, seseorang akan lebih fokus dan perhatian pada ibadahnya.

“Kesempatan yang diberikan Allah SWT harus dijalani sebaik-baiknya, jika kita menganggap ini adalah puasa terakhir, maka kita akan melakukan ibadah dengan sungguh-sungguh,”  tutup khatib. (Serambinews.com/Syamsul Azman)

TERKAIT

Baca juga: Khutbah di Masjid HKL, Ustaz Masrul Aidi Singgung soal Aceh Juara Provinsi Termiskin di Sumatera

Baca juga: Khutbah di Masjid HKL, Ustaz Masrul Aidi Singgung soal Aceh Juara Provinsi Termiskin di Sumatera

Baca juga: Khutbah di Masjid HKL: Rasulullah Meninggalkan Suri Tauladan, Meski Maksum Ibadah Totalitas

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved