Internasional
Invasi Rusia Bakal Memicu Pemberontakan di Ukraina, Perang Akan Terus Berkepanjangan
Invasi Rusia ke Ukraina sudah memasuki minggu keenam dan para ahli bersama badan intelijen Barat membuat sketsa potensi akhir konflik tersebut.
SERAMBINEWS.COM, LONDON - Invasi Rusia ke Ukraina sudah memasuki minggu keenam dan para ahli bersama badan intelijen Barat membuat sketsa potensi akhir konflik tersebut.
Ada kemungkinan, gencatan senjata bisa muncul, usai militer Rusia menghadapi perlawanan sengit pasukan Ukraina.
Tetapi, akan muncul kelompok pemberontak di dalam negeri Ukraina yang didukung Rusia.
Saat ini, Rusia mulai mundur dari tujuan awal perang untuk mengubah rezim di Kiev dan mengontrol masa depan negara itu.
Tetapi sejarah baru-baru ini menunjukkan solusi tidak akan sesederhana itu.
Rusia juga dapat mengeksploitasi kekuatan militernya yang jauh lebih besar dan melanjutkan kemajuannya ke Ukraina.
Khususnya di wilayah timur, di mana sekarang tampaknya menjadi fokus.
Baca juga: Rusia Paksa Perusahaan Milik Warganya di Luar Negeri Bawa Pulang Uang
Meskipun Presiden Rusia Vladimir Putin mungkin terus menghadapi kerugian besar.
Namun, jumlah pasukannya yang besar akan membuat kemungkinan menduduki petak-petak wilayah Ukraina.
Tetapi, juga akan menghadapi pemberontakan yang berkepanjangan dan berdarah.
“Pemberontakan berbeda dari perang biasa karena pasukan yang tidak berada dalam struktur militer formal,” kata Emily Harding, Wakil direktur dan Rekan Senior Program Keamanan Internasional di Pusat Studi Strategis dan Internasional AS kepada Yahoo News, Sabtu(2/4/2022).
Satu pemberontak kemungkinan besar akan terjadi di Ukarina, khususnya kelompok neo-Nazi.
Harding percaya, jika tentara Rusia menduduki sejumlah besar wilayah Ukraina dalam beberapa bulan atau bahkan tahun mendatang.
Tetapi jika penduduk Ukraina mempertahankan pembangkangannya, mendukung upaya milisi dan melecehkan pasukan Rusia, Putin mungkin tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk membangun kendali di sana.
Baca juga: Pasukan Rusia Mundur, Ukraina Klaim Rebut Kembali Seluruh Wilayah Kyiv
“Bagi saya, itu akan menjadi momen yang sangat kritis untuk jalannya konflik ini, ada permainan angka yang harus dimainkan,” kata Harding.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Serangan-Udara-Rusia-di-Odesa-Ukraina.jpg)