Ramadhan
Berikut Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Jiwa, Bantu Redakan Stres
Dengan menjaga makan melalui berpuasa juga akan menjaga hormon kortisol yang berkaitan dengan respons tubuh saat stres.
Dengan menjaga makan melalui berpuasa juga akan menjaga hormon kortisol yang berkaitan dengan respons tubuh saat stres.
SERAMBINEWS.COM - Bulan suci Ramadhan1443 H memasuki hari ke tiga.
Ibadah puasa Ramadhan wajib bagi umat muslim dimana pun.
Mereka yang tak ada udzur, maka diwajibkan menjalani ibadah puasa Ramadhan ini.
Tak hanya sekedar berpuasa, karena puasa sebenarnya memiliki banyak manfaat.
Dikutip dari laman resmi UGM, puasa ternyata memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan baik fisik dan mental.
Salah satunya dapat membantu meredakan stres.
“Banyak hal yang bisa membantu dalam menekan stres, termasuk menjalankan puasa,” sebut dr. Ronny Tri Wirasto, Sp.KJ., saat dihubungi Selasa (28/4).
Baca juga: VIDEO - 267 Militer Ukraina Menyerahkan Diri di Mariupol
Baca juga: Kabar Gembira, BLT Subsidi Gaji Cair Lagi Tahun Ini, Ada Perubahan Syarat Bagi Penerima
Baca juga: Ulama Palestina Safari Ramadhan ke Aceh Sampaikan Kondisi Terkini di Negeri Para Nabi
Psikiater sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Spesialis Ilmu Kedokteran Jiwa FKKMK UGM ini menjelaskan puasa berpengaruh secara langsung dalam meredakan stres.
Sebab, saat berpuasa orang cenderung melakukan pengaturan makan dengan lebih baik.
Asupan makanan yang diatur turut memengaruhi cara berpikir menjadi lebih teratur.
Beberapa studi menunjukkan mengurangi kadar makan, termasuk karbohidrat, lemak, dan lainnya dalam jumlah tertentu selama beberapa minggu akan meningkatkan kemampuan dalam berpikir.
Ronny mengatakan cara orang mengenali stres adalah dengan kemampuan berpikir.
Dengan kemampuan berpikir yang baik maka emosi lebih terkendali dan menekan stres.
“Yang mengontrol emosi itu kan salah satunya kemampuan berpikir,”sebutnya.
Dengan menjaga makan melalui berpuasa juga akan menjaga hormon kortisol yang berkaitan dengan respons tubuh saat stres.
Puasa mampu menstabilkan hormon kortisol yang dihasilkan kelenjar adrenal.
Hal ini berarti bisa menekan tingkat stres.
Dia menjelaskan produksi hormon berhubungan dengan asupan protein.
Saat asupan diatur maka hormon juga lebih teratur.
“Jadi, yang tadinya hormonnya dinamis, naik-turun, bisa lebih ditekan yang secara tidak langsung menjadi lebih tenang,” paparnya.
Ronny menyampaikan hormon kortisol yang meningkat tidak sesuai dengan kebutuhan menjadikan ambang seseorang jadi lebih rendah sehingga mudah terpapar atau irritable seperti mudah marah.
Produksi hormon kortisol berlebih juga tidak baik bagi tubuh. Pasalnya, hormon ini dapat menekan sistem kekebalan tubuh.
“Saat stres hormon Corticotropin Releasing Factor (CFR) akan teraktivasi secara berlebih yang memengaruhi makrofag sehingga menurunkan imunitas,” katanya.
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Bantu Redakan Stres, Yuk Kenali Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Jiwa,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/puasaramadhan1441h.jpg)