Breaking News:

Ramadhan Mubarak

Shalat Tarawih dan Shalat Malam (2)

Sebelum ini telah dijelaskan secara singkat bahwa shalat Tarawih selama Ramadhan dapat dianggap sebagai penyegaran dan latihan agar

Editor: bakri
Shalat Tarawih dan Shalat Malam (2)
Prof Dr Al Yasa’ Abubakar, MAGuru Besar UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Oleh: Prof Dr Al Yasa’ Abubakar, MAGuru Besar UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Sebelum ini telah dijelaskan secara singkat bahwa shalat Tarawih selama Ramadhan dapat dianggap sebagai penyegaran dan latihan agar setelah Ramadhan usai, kita tetap mengerjakan shalat malam ( Tarawih) sesuai kemampuan, secara sendiri-sendiri di tempat masing-masing, setiap malam sepanjang tahun.

Nanti setelah setahun, pada Ramadhan yang akan datang, kita disegarkan dan diingatkan kembali dengan shalat malam berjamaah ( Tarawih) di masjid selama sebulan penuh, agar kita selalu ingat bahwa shalat malam itu bernilai tinggi dan karena itu selalu berusaha untuk dapat mengerjakannya setiap malam sepanjang tahun seumur hidup.

Pada kesempatan ini, penulis akan mengutip beberapa hadis mengenai anjuran Rasulullah untuk mengerjakan shalat malam sepanjang tahun.

Jamaah melaksanakan shalat Tarawih pada malam pertama bulan Ramadhan 1443 H di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (2/4/2022) malam.
Jamaah melaksanakan shalat Tarawih pada malam pertama bulan Ramadhan 1443 H di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (2/4/2022) malam. (SERAMBI/HENDRI)

Shalat malam dengan jumlah rakaat genap disebut shalat Tahajjud atau Tarawih.

Sedangkan shalat malam dengan jumlah rakaat ganjil disebut shalat Witir.

Namun begitu, ada beberapa hadis yang menyebut semua shalat malam merupakan Witir kalau seluruh rakaatnya berjumlah ganjil.

Dalam tulisan ini, penulis akan menguraikan bahwa waktu utama shalat malam adalah setelah lewat tengah malam namun boleh dikerjakan sejak setelah shalat Isya sampai waktu Subuh tiba.

Dalam sebuah hadis penuturan Iyas bin Mu`awiyah al-Muzani, dirawikan oleh at-Thabrani disebutkan bahwa Rasulullah bersabda, Semua kalian sebaiknya mengerjakan shalat malam, walaupun singkat, hanya seperti memerah susu domba.

Semua shalat setelah shalat Isya merupakan shalat malam.

Dalam hadis penuturan Sa`ad bin Abi Waqqash yang dirawikan Ahmad, disebutkan bahwa Sa’ad pada suatu malam mengerjakan shalat Witir satu rakaat di masjid langsung setelah shalat Isya.

Baca juga: Witir Sudah Dikerjakan Seusai Tarawih, Apa Perlu Dilaksanakan Lagi Usai Tahajud? Ini Penjelasan UAS

Baca juga: Kapolres Bireuen Imbau Masyarakat Pastikan Rumah Aman Saat Shalat Tarawih

Beberapa orang yang hadir bertanya, apakah boleh mengerjakan shalat Witir hanya satu rakaat saja.

Sa`ad menjawab. Saya mendengar Rasulullah bersabda, orang yang sebelum tidur mengerjakan shalat witir merupakan orang yang hati-hati.

Dalam hadis penuturan Abu Mas`ud al-Anshari, yang dirawikan Ahmad, disebutkan bahwa Rasulullah pernah shalat Witir pada awal malam, pada pertengahan malam, dan pada akhir malam.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved