Rabu, 29 April 2026

Kejahatan Pera

Kejaksaan Ukraina Selidiki 4.684 Dugaan Kejahatan Perang yang Dilakukan Pasukan Rusia

Penegak hukum Ukraina sedang menyelidiki 4.684 kasus dugaan kejahatan perang yang dilakukan pasukan Rusia selama invasi....

Tayang:
Editor: Eddy Fitriadi
AFP/RONALDO SCHEMIDT
ILUSTRASI Jenazah yang diduga dibantai pasukan Rusia dievakuasi dari sebuah sekolah di Bucha, baratlaut ibukota Ukraina, Kiev, Minggu (4/4/2022). Kejaksaan Ukraina Selidiki 4.684 Dugaan Kejahatan Perang yang Dilakukan Pasukan Rusia. 

SERAMBINEWS.COM - Penegak hukum Ukraina sedang menyelidiki 4.684 kasus dugaan kejahatan perang yang dilakukan pasukan Rusia selama invasi berlangsung.

Hal ini menyusul laporan pembantaian warga sipil di Kota Bucha, dekat Ibu kota Kyiv, yang disebut dilakukan oleh pasukan Rusia.

Dikutip dari The Guardian, berdasarkan angka yang dirilis kantor kejaksaan, total 4.684 potensi kejahatan perang terdaftar dalam penyelidikan pada Selasa (5/4/2022). 

Angka itu bahkan bertambah hingga ratusan setiap harinya.

Diperkirakan, 167 anak-anak tewas akibat invasi Rusia, jelas badan ini.

Jaksa Agung Ukraina, Iryna Venediktova menggambarkan kondisi sejumlah kota di sekitar Kyiv yang dibebaskan pasukan Rusia sebagai "wilayah yang disiksa dari neraka".

Ia bersumpah akan "menghukum orang-orang yang tidak manusiawi" pada konferensi pers di Bucha, Selasa lalu.

"Rusia akan bertanggung jawab atas Bucha di Den Haag (Pengadilan Kriminal Internasional)," tambahnya dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan.

"Jaksa dan penyidik ​​sudah memeriksa daerah (wilayah Kyiv) dan mendokumentasikan kejahatan, sehingga setiap pelaku kekejaman ini dibawa ke pengadilan baik di pengadilan nasional maupun internasional," katanya. 

Kantor kejaksaan Ukraina mengatakan, penyelidikan pra-persidangan telah dimulai di seluruh negeri, termasuk di wilayah Kyiv, Kharkiv, Sumy, Mykolaiv, Donetsk dan Luhansk.

"Kami sedang mengumpulkan bukti untuk pengadilan nasional dan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) di Den Haag. Pembuktian bukan lagi sekedar kejahatan perang, tetapi kejahatan terhadap kemanusiaan."

"Dan kami akan membuktikan setiap fakta untuk menghukum mereka yang menyiksa, mengejek, dan menghancurkan warga Ukraina," kata Venediktova.

Menurut laporan CNN, lebih dari selusin tentara wanita Ukraina yang ditangkap pasukan Rusia menjadi sasaran penyiksaan di tahanan.

Hal ini diungkapkan seorang pejabat HAM Ukraina.

Sebanyak 15 wanita itu termasuk di antara 86 tentara yang dibebaskan pada Jumat dari tahanan Rusia.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved