Sabtu, 2 Mei 2026

Ramadhan 2022

7 Tradisi Ramadhan Paling Unik di Dunia, Termasuk di Indonesia

Ada banyak tradisi budaya bercampur dengan rutinitas Ramadhan dan itu membuat bulan kemuliaan ini bisa berbeda di setiap wilayah.

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Mursal Ismail
ABC News/James Bennett
Piknik puasa di India 

Saat ini, banyak yang hanya pergi ke danau dan kolam renang terdekat, atau menyucikan diri di rumah mereka sendiri.

2. Lebanon

Di banyak negara di Timur Tengah, meriam ditembakkan setiap hari selama bulan Ramadhan untuk menandakan akhir puasa.

Tradisi ini, yang dikenal sebagai midfa al iftar , tradisi ini telah dimulai di Mesir lebih dari 200 tahun yang lalu, ketika negara itu diperintah oleh penguasa Ottoman Khosh Qadam.

Saat menguji meriam baru saat matahari terbenam, Qadam secara tidak sengaja menembakkannya, dan suara yang bergema di seluruh Kairo mendorong banyak warga sipil untuk berasumsi bahwa ini adalah cara baru untuk menandakan akhir puasa.

Baca juga: Tradisi Meugang dalam Kitab Qanun Meukeuta Alam, Dikirim Budayawan Aceh TA Sakti

Banyak yang berterima kasih atas inovasinya, dan putrinya, Haja Fatma, mendesaknya untuk menjadikan ini tradisi.

Praktik ini menyebar ke banyak negara di Timur Tengah termasuk Lebanon, di mana meriam digunakan oleh Ottoman untuk menandai buka puasa di seluruh negeri.

Tradisi itu dikhawatirkan hilang pada 1983 setelah invasi yang berujung penyitaan beberapa meriam – yang kemudian dianggap senjata.

Tapi itu dihidupkan kembali oleh Tentara Lebanon setelah perang dan berlanjut hingga hari ini, membangkitkan nostalgia di antara generasi yang lebih tua yang dapat mengingat Ramadhan masa kecil mereka.

3. Pakistan

Di bulan Ramadhan seluruh wanita Pakistan berkumpul pada saat malam Idul Fitri, karena penampakan bulan baru menandai akhir Ramadhan dan awal Idul Fitri, maka mulailah perayaan Chaand Raat di Pakistan.

Setelah berbuka puasa terakhir mereka  berbondong-bondong para wanita dan gadis ke pasar lokal untuk membeli gelang warna-warni dan mengecat tangan dan kaki mereka dengan desain henna yang rumit.

Motif inai
Motif inai ()

Mengingat tradisi ini, pemilik toko mendekorasi kios mereka dan tetap buka hingga dini hari.

Wanita lokal membuka jasa ukir hennai di dekat toko perhiasan, sehingga mereka dapat menarik pelanggan untuk berbelanja dan mengukir henna di tempat.

Suasana ramainya pasar di Chaand Raat menjadi salah satu semangat masyarakat, semarak dan girang dalam menyambut Idul Fitri keesokan harinya

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved