Breaking News
Kamis, 9 April 2026

Luar Negeri

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan Digulingkan Lewat Mosi Tidak Percaya

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan digulingkan oleh oposisi politik melalui mosi tidak percaya pada Minggu (10/4/2022) pagi waktu setempat.

Editor: Faisal Zamzami
AFP / AAMIR QURESHI
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan. (AFP / AAMIR QURESHI) 

SERAMBINEWS.COM - Perdana Menteri Pakistan Imran Khan digulingkan oleh oposisi politik melalui mosi tidak percaya pada Minggu (10/4/2022) pagi waktu setempat.

Voting mosi tidak percaya dimenangi oleh oposisi setelah beberapa sekutu Khan dan sebuah partai koalisi utama meninggalkan sang perdana menteri, sebagaimana dilansir NTD.

Oposisi gabungan akan membentuk pemerintahan baru, dengan kepala salah satu partai terbesar, Liga Muslim Pakistan, mengambil alih sebagai perdana menteri.

 Khan, yang menuduh oposisi berkolusi dengan Amerika Serikat (AS) untuk menggulingkannya, sebelumnya meminta para pendukungnya untuk menggelar aksi unjuk rasa secara nasional pada Minggu.

Khan sebelumnya telah mencoba untuk menghindari pemungutan suara dengan membubarkan Parlemen dan mengadakan pemilihan umum lebih awal.

Tetapi, keputusan Mahkamah Agung memerintahkan pemungutan suara untuk dilanjutkan.

Pemungutan suara dilakukan di tengah hubungan yang mendingin antara Khan dan militer Pakistan yang menurut banyak lawan politiknya membantunya berkuasa dalam pemilihan umum pada 2018.

Militer telah secara langsung memerintah Pakistan selama lebih dari setengah dari 75 tahun dan memegang kekuasaan yang cukup besar atas warga sipil.

Oposisi menyerukan penggulingan Khan dengan tuduhan salah urus ekonomi karena inflasi melonjak dan nilai rupee Pakistan yang anjlok.

Pemungutan suara tersebut mengakhiri gejolak politik selama berbulan-bulan dan krisis konstitusional yang mengharuskan Mahkamah Agung untuk menyelesaikannya.

Sebelum digulingkan, Khan pada Jumat (8/4/2022) menuding bahwa lawan-lawannya berkolusi dengan AS untuk menggulingkannya atas pilihan kebijakan luar negerinya.

Kebijakan luar negeri yang diambil Khan seringkali tampaknya menguntungkan China dan Rusia dan menentang AS.

Khan berujar, Washington menentang pertemuannya pada 24 Februari dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin beberapa jam setelah Rusia menginvasi Ukraina.

 

Baca juga: Pakistan Dihantam Krisis Politik, Presiden Bubarkan Parlemen Usai Ingin Gulingkan Imran Khan

Baca juga: Putra Mahkota Arab Saudi Undang PM Pakistan, Imran Khan Lakukan Lawatan Tiga Hari

Pakistan dekat China dan Rusia

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved