Berita Aceh Tengah
Bupati Shabela Abubakar Temui Mahasiswa Pengunjuk Rasa di Gedung DPRK Aceh Tengah
Setibanya di Gedung DPRK Aceh Tengah, mereka meminta Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar hadir ke Gedung DPRK Aceh Tengah tempat mereka berunjuk rasa
Penulis: Bagus Setiawan | Editor: Mursal Ismail
Setibanya di Gedung DPRK Aceh Tengah, mereka meminta Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar hadir ke Gedung DPRK Aceh Tengah tempat mereka berunjuk rasa.
Laporan Bagus Setiawan | Aceh Tengah
SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Setelah berorasi di Simpang Lima Takengon, mahasiswa bergerak menuju Gedung DPRK Aceh Tengah.
Setibanya di Gedung DPRK Aceh Tengah, mereka meminta Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar hadir ke Gedung DPRK Aceh Tengah tempat mereka berunjuk rasa.
Mahasiswa bersikeras meminta Bupati Shabela Abubakar dihadirkan di Gedung DPRK Aceh Tengah, hingga ratusan mahasiswa itu mendatangi Kantor Bupati Aceh Tengah.
Setibanya di halaman Setdakab, Bupati Shabela Abubakar, tampak bersiap menuju Gedung DPRK Aceh Tengah.
Shabela Abubakar pun mengajak mahasiswa kembali ke Gedung DPRK Aceh Tengah.
Mahasiswa bersama Bupati didampingi Sekda, Kapolres, Dandim dan sejumlah Kepala OPD bersama-sama menuju Gedung DPRK Aceh Tengah untuk menerima tuntutan mahasiswa.
Baca juga: VIDEO Bukan Hanya Dipukuli, Ade Armando Juga Dilecehkan Massa
Tuntutan mahasiswa
Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan mahasiswa yang tergabung dari beberapa perguruan tinggi di Aceh Tengah demo yang di usung oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau BEM SI 2022.
Mahasiswa berkumpul di Tebing Musara Alun menuju Simpang Lima Takengon untuk berorasi.
Kemudian menyampaikan tuntutan mereka di hadapan Ketua DPRK di Gedung DPRK Aceh Tengah.
Tuntutan yang disampaikan mahasiswa dalam demo (11/4/2022) adalah:
Baca juga: VIDEO Seribuan Mahasiswa Demo ke DPRK Langsa, Protes Wacana Presiden 3 Periode
Menolak kenaikan harga BBM.
Menolak kenaikan PPN 11%.
Mendesak Presiden memberikan pernyataan resmi menolak penundaan pemilu dan perpanjang masa jabatan 3 periode.
Mendesak MPR untuk tidak mengamandemen UUD 1945 jika ada potensi perubahan periode masa jabatan presiden.
Pada saat orasi mereka di simpang lima Takengon sempat membuat kemacetan karena jalan ditutupi oleh barisan mahasiswa.
Akan tetapi hal itu tidak berlangsung lama, karena ada pihak kepolisian yang bertugas membantu menertibkan hal tersebut. (*)