Mahasiswa Demo
Massa Aksi dari Aliansi BEM-SI Mulai Orasi di Depan Gedung DPR/MPR RI, Ini Tuntutan Mahasiswa
Dalam orasinya sang orator dari atas mobil komando meneriakkan penolakan masa jabatan Presiden tiga periode atau penundaan pemilu.
Pertama, BEM SI mendesak dan menuntut wakil rakyat agar mendengarkan dan menyampaikan aspirasi rakyat bukan aspirasi partai.
Kedua, mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menjemput aspirasi rakyat sebagaimana aksi massa yang telah dilakukan dari berbagai daerah dari tanggal 28 Maret 2022 sampai 11 April 2022.
Baca juga: Mahasiswa Demo di Aceh Tengah, Ini Poin-poin Tuntutannya
Diketahui, aksi ini merupakan aksi lanjutan dari yang sebelumnya pernah dilakukan BEM SI pada 28 Maret lalu di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.
Ketiga, mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk tidak mengkhianati konstitusi negara dengan melakukan amandemen.
"Bersikap tegas menolak penundaan pemilu 2024 atau masa jabatan 3 periode," tulis poin tuntutan dalam unggahan tersebut.
Keempat, mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menyampaikan kajian disertai 18 tuntutan mahasiswa kepada presiden yang sampai saat ini belum terjawab.
Dalam unggahan tersebut, BEM SI juga menyatakan upayanya dalam melayangkan tuntutan itu.
Mereka menyatakan, akan tetap menyuarakan aspirasi atau tuntutannya hingga menang.
Baca juga: Mau Ikut Demo, 70 Remaja Diamankan di Monas, Polisi Sita Jimat, Jamu hingga Selongsong Peluru
"Kami ada dan terus berlipat ganda. Panjang Umur Perjuangan ! Hidup Mahasiswa ! Hidup Rakyat Indonesia ! Hidup Perempuan Indonesia!" bunyi seruan dari unggahan tersebut.
Baca juga: Pengunjuk Rasa Masuk ke Ruang Sidang Gedung DPRK Langsa
Mahasiswa Geruduk DPRK Langsa
Ribuan mahasiswa dan elemen sipil di Kota Langsa, Senin (11/4/2022) melakukan aksi demo di halaman Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Langsa.
Para maahasiswa dan aktivis ini melancarkan aksinya dengan mengusung isu protes wacana 3 periode Presiden, kenaikan harga dan langkanya migor tidak terbendung, serta hal-hal lainnya.
Kedatangan mahasiswa mendapat penjagaan ketat seratusan lebih aparat dari Polres Langsa diback up juga dari Kodim 0104/Aceh Timur, Satpol PP dan WH, serta Scurity DPRK Langsa.
Saat tiba di halaman gedung wakil rakyat ini, para pengunjuk rasa langsung membakar ban bekas yang telah mereka persiapkan.