Berita Aceh Tengah
Pengurus BUMK Bale Atu Bantah Adanya Pungli di Pasar Inpres Takengon
Pungutan Rp 350.000 disepakati antara BUMK Desa Bale Atu dan Pedagang Takjil untuk pengelolaan tempat/lapak berjualan.
Penulis: Romadani | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Romadani | Aceh Tengah
SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Dugaan adanya Pungutan Liar (Pungli) terhadap pedagang takjil di Pasar Inpres, Bale Atu Takengon.
Hal tersebut dibantah oleh Direktur Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Lisik Bale Atu Kecamatan Lut Tawar, Aceh Tengah, Jasruddin kepada Serambinews.com, Senin (11/4/2022).
Jasruddin mengatakan pungutan Rp 350.000 sudah menjadi kesepakatan bersama antara BUMK Desa Bale Atu dan Pedagang Takjil.
"Tidak benar ada pungutan liar terhadap pedagang, standar harga yang telah ditetapkan itu memiliki dasar dan sesuai dengan hasil musyawarah bersama," jelasnya.
Uang yang dipungut tersebut bukan serta merta hak menjadi per orangan. Namun kata Jasruddin, dilakukan pengelolaan secara baik olah BUMK setempat.
Pengelolaan yang dimaksud seperti pengaman lapak selama 1 x 24 jam dan mengatur ketertiban sesama Pedagang takjil.
"Kami atur nomor urut lapak agar pedagang tidak berebut tempat, kami juga lakukan pengecatan," ujar Jasruddin.
Selain itu uang tersebut digunakan untuk membayar listrik sebesar 26 ampere, yang disediakan oleh pihak BUMK kepada pedagang.
BUMK Bale Atu juga menempatkan pemuda untuk mengontrol setiap hari di pasar tersebut, menjadi tanggung jawab penuh jika adanya keributan di lokasi pasar.
"Listrik 26 ampere kami pasang guna mempermudah pedagang yang menggunakan listrik seperti kipas angin untuk ikan bakar, pembuatan jus, dan lain-lain," katanya.
Jika tidak ada yang kelola, berdasarkan pengalaman akan terjadi keributan antara pedagang dan terjadi pertikaian di lokasi tersebut.
Ia juga membantah ada lapak yang disewa pedagang dengan harga Rp600 ribu. Menurutnya itu adalah ulah oknum. Mereka hanya menetapkan harga Rp350 untuk setiap pedagang yang akan menyewa, meski lokasinya disamping jalan Raya. Tidak ada perbedaan.
"Jika di atas 350.000 itu oknum yang bermain, jual beli lapak kita tidak benarkan, ini ke depan akan kita tertibkan, tumpang tindih pemilik lapak tidak kami izinkan," katanya sembari menyebut, anggaran yang dikutip dari pedagang telah memiliki kos tersendiri.(*)
Baca juga: VIDEO BREAKING NEWS Aksi Demo Mahasiswa BEM Seluruh Indonesia Geruduk Gedung DPR 11 April 2022
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/lapaktakjil-di-pasarinpres.jpg)