Inilah Pernyataan Lengkap Ade Armando Sebelum Dipukul, Sindir Aliansi Mahasiswa yang Terpecah

Meski demikian, kedatangan Ade Armando ke lokasi bukan untuk mengikuti aksi demo, melainkan memantau situasi.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Amirullah
Reza Deni
Akademisi Universitas Indonesia sekaligus pegiat media sosial, Ade Armando, terlihat hadir di area depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta. 

Saya rasa semua BEM itu harus duduk bersama untuk membicarakan isu-isu sebesar ini agar bisa keluar dengan sebuah statement yang sama.

Dan jangan terlihat terpecah seperti inilah, BEM UI atau BEM apapun. Karena kalau kita lihat keterpecahan BEM SI ini sendiri diakibatkan sekedar gara-gara kongres tahun 2021.

Dan alasannya itu bukan alasan yang substantif gitu. Pecahnya cuman gara-gara mau masuk ke ruang conferens ditolak karena belum PCR.

Jadi remeh betul perpecahannya. Tapi sekarang sampai lima (perpecahannya) menakutkan sekali.

Baca juga: FAKTA-fakta Ade Armando yang Digebuki dan Ditelanjangi di Depan Gedung DPR saat Demo 11 April

Terjadi Cekcok

Diketahui setelah wawancara kepada media, tak lama kemudian Ade Armando beradu argumen dengan salah seorang massa aksi perempuan dewasa yang bukan dari kalangan mahasiswa.

Ade yang ditemani dua rekannya, terlibat percekcokan dengan wanita tersebut. Pengunjuk rasa lainnya yang didominasi laki-laki juga ikut campur.

Kedua perempuan berpenutup kepala itu mengacungkan jari telunjuknya ke arah Ade.

"Buzzer, buzzer. Pengkhianat, penjilat. Ingat ini bulan puasa, sadar kami, ini bulan puasa," kata dua perempuan itu kepada Ade.

Ade hanya tersenyum, tak membalas apa-apa. Kejadian berikutnya yakni ketika Ade perlahan mundur. Dari arah belakang, sebuah pukulan mendarat di kepala bagian belakangnya.

Pukulan itu memicu rentetan kejadian lainnya yang menimpa Ade. Setelah celana dilucuti, wajah Ade tampak babak belur dan mengeluarkan darah.

Kepolisian akhirnya mengevakuasi Ade membopongnya ke dalam Kompleks Parlemen Senayan untuk dilakukan perawatan.

Baca juga: Ade Armando Babak Belur, Diteriaki Buzzer Sebelum Dikeroyok

Mabes Polri angkat bicara soal kasus pegiat media sosial sekaligus akademisi Universitas Indonesia Ade Armando yang babak belur dalam kericuhan usai aksi massa di Gedung DPR RI.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyatakan bahwa pihaknya bakal menindak bagi siapapun yang terlibat aksi pengeroyokan terhadap Ade Armando.

"Siapapun yang terbukti melakukan perbuatan pidana akan diproses," ujar Dedi.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved