Berita Aceh Tengah
Mahasiswa Geruduk Gedung DPRK, Lagu 'Potong Bebek Angsa' Bergema
Ratusan mahasiswa Aceh Tengah mengepung kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah, Senin (21/4/2022)
"Saya siap mendukung mahasiswa, saat ini kami yang terdepan untuk menyampaikan keluhan kalian," tegas kader PDI Perjuangan itu.
Saat ini, mahasiswa yang ikut aksi sedang menunggu Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, mereka saat ini tidak ingin ada perwakilan yang menemui mahasiswa di ruang Sidang DPRK setempat.
"Jika tidak hadir, kami rela Sholat Tarawih disini," pungkas Helmi salah satu peserta aksi.
Massa yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Aceh Tengah Bergerak itu juga menuntut lima poin yang harus disepakati Pemkab dan DPRK Aceh Tengah.
Lima tuntutan tersebut adalah;
1.Meminta agar pemerintah daerah serta DPRK dapat mengusut tuntas pengepulan minyak goreng
2.Menormalisasikan harga sembako
3.Mempertegas kebijakan Pemkab terhadap oknum atau pihak yang memainkan BBM dari Pertamina atau pengecer
4.Meminta Pemkab untuk mengusut tuntas calo mintak yang bermain di seputaran Aceh Tengah, dan
5.Menekan DPRK Aceh Tengah untuk mengirim surat kepada Pers Istana Kepresidenan agar dapat mengabulkan aspirasi mahasiswa Aceh Tengah.
Aksi massa juga terjadi Bener Meriah.
Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Indonesia, Senin (11/4/2022), menggelar aksi unjuk rasa di DPRK setempat.
Dalam aksi itu, massa menyampaikan sejumlah tuntutan diantaranya, tolak wacana presiden tiga periode, tolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), dan tolak penundaan Pemilu.
Massa juga mendesak pemerintah menyelesaikan kelangkaan BBM jenis Solar, kelangkaan minyak goreng, serta menolak kenaikan pajak PPN 11 persen.
Sekitar pukul 10.00 WIB, massa aksi melakukan orasi di depan Gedung DPRK Bener Meriah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mahasiswa-geruduk-gedung-dprk-aceh-tengah_11-april-2022.jpg)