Berita Aceh Tengah
Mahasiswa Geruduk Gedung DPRK, Lagu 'Potong Bebek Angsa' Bergema
Ratusan mahasiswa Aceh Tengah mengepung kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah, Senin (21/4/2022)
TAKENGON - Ratusan mahasiswa Aceh Tengah mengepung kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah, Senin (21/4/2022).
Massa mulai berkumpul di Gedung Olah Seni (GOS) Takengon pukul 09.30 WIB untuk selanjutnya melakukan long march menuju tugu Simpang Lima Takengon.
Di tugu Simpang Lima, ratusan mahasiswa mengelilingi bundaran jalan, sehingga sempat memacetkan arus lalu lintas.
Polisi mengalihkan jalan tersebut untuk menghindari kemacetan.
Setelah melakukan orasi sekitar 30 menit, mahasiswa mulai melanjutkan perjalanan menuju gedung DPRK Aceh Tengah.
20 menit berada di Gedung DPRK, tidak satu pun anggota dewan menemui mahasiswa.
Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (Kammi) Gayo, Sapuan Melala dalam orasinya mengatakan, salah satu tuntutan mereka adalah menolak adanya dugaan tiga periode Jokowi memimpin Indonesia.
"Kawan-kawan ada yang minta tiga periode, kita siap tolak apapun yang terjadi.
Baca juga: Ikut Demo ke DPRA, Mahasiswi Unaya Soalkan Kenaikan Harga Bahan Pokok dan BBM
Baca juga: Demo Tolak Wacana Jokowi Tiga Periode, Lagu Indonesia Raya Menggema di Gedung Dewan
Hidup mahasiswa," teriaknya.
Selain menolak perpanjangan jabatan Presiden, massa mahasiswa juga menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), dan menolak wacana penundaan pemilu.
Massa juga meminta menuntaskan kelangkaan solar, minyak goreng, serta menolak kenaikan PPN 11 Persen.
"Turunkan rezim Jokowi pembunuh demokrasi" teriakan mahasiswa.
Tidak hanya teriakan, poster unik turut dibentangkan, seperti "Pacaran kok sebulan, tiga periode dong".
Saat ini, Ketua DPRK Aceh Tengah, Arwin Mega sepakat dengan para peserta aksi untuk menolak semua tuntutan yang disampaikan.
"Saya dan kami semua disini sepakat akan direkomendasikan tuntutan adik-adik sama sama," katanya, sambil menenangkan mahasiswa.
"Saya siap mendukung mahasiswa, saat ini kami yang terdepan untuk menyampaikan keluhan kalian," tegas kader PDI Perjuangan itu.
Saat ini, mahasiswa yang ikut aksi sedang menunggu Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, mereka saat ini tidak ingin ada perwakilan yang menemui mahasiswa di ruang Sidang DPRK setempat.
"Jika tidak hadir, kami rela Sholat Tarawih disini," pungkas Helmi salah satu peserta aksi.
Massa yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Aceh Tengah Bergerak itu juga menuntut lima poin yang harus disepakati Pemkab dan DPRK Aceh Tengah.
Lima tuntutan tersebut adalah;
1.Meminta agar pemerintah daerah serta DPRK dapat mengusut tuntas pengepulan minyak goreng
2.Menormalisasikan harga sembako
3.Mempertegas kebijakan Pemkab terhadap oknum atau pihak yang memainkan BBM dari Pertamina atau pengecer
4.Meminta Pemkab untuk mengusut tuntas calo mintak yang bermain di seputaran Aceh Tengah, dan
5.Menekan DPRK Aceh Tengah untuk mengirim surat kepada Pers Istana Kepresidenan agar dapat mengabulkan aspirasi mahasiswa Aceh Tengah.
Aksi massa juga terjadi Bener Meriah.
Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Indonesia, Senin (11/4/2022), menggelar aksi unjuk rasa di DPRK setempat.
Dalam aksi itu, massa menyampaikan sejumlah tuntutan diantaranya, tolak wacana presiden tiga periode, tolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), dan tolak penundaan Pemilu.
Massa juga mendesak pemerintah menyelesaikan kelangkaan BBM jenis Solar, kelangkaan minyak goreng, serta menolak kenaikan pajak PPN 11 persen.
Sekitar pukul 10.00 WIB, massa aksi melakukan orasi di depan Gedung DPRK Bener Meriah.
Dalam aksi itu, perwakilan peserta aksi bergantian melakukan orasi di depan sejumlah anggota dewan yang dikawal pihak keamanan.
Yel-yel lagu potong bebek angsa yang diplesetkan dengan lirik “potong bebek angsa, angsa dikuali, gagal urus bangsa, minta tiga kali, bohong kekanan, bohong ke kiri, lala…lalalala,” sepenggal lagu yang dinyanyikan massa aksi.
“Ini lah yang terjadi, hari ini lagu potong bebek angsa bergema di seluruh Indonesia,” kata Nasri Gayo yang merupakan koordinator aksi itu.
Artinya kata Nasri, negeri ini sedang tidak baik-baik saja, suka tidak suka, ini lah kondisi saat ini.
“Alhamdulillah, hari ini seluruh mahasiswa masih diberi anugerah dan kepercayaan untuk bisa menggelar aksi,” ucapnya.
Menurutnya, kondisi saat ini masyarakat semakin menjerit, harga sembako melejit dan juga PPN naik 11 persen.
“Kita tidak percaya lagi yang ada sekarang kebohongan-kebohongan,” ucapnya.
Perwakilan aksi lainya, Riga Wantona mereka turun ke jalan menggelar aksi atas dasar keprihatinan.
“Harga minyak goreng naik, sembako melejit, BBM naik, namun gaji karyawan dan buruh tidak pernah naik,” ucapnya.
Menariknya dalam aksi itu, ketika massa berada di dalam gedung dewan mereka bersama seluruh yang hadir menyanyikan lagu Indonesia raya terdengar menggema.
Setelah melakukan orasi di dalam gedung dewan, massa kemudian membubarkan diri sekira pukul 12.30 WIB.
Tampak hadir dalam ruang sidang DPRK Bener Meriah tersebut, Wakil Bupati Bener Meriah, Dailami, Wakil Ketua I, Tgk Husnul Ilmy, Kapolres Bener Meriah, AKBP Agung Surya Prabowo SIK, Dandim 0119/BM, Letnan Kolonel Inf Eko Wahyu Sugiarto, dan sejumlah anggota dewan serta puluhan massa aksi.
Selain menyampaikan tuntutan, massa aliansi mahasiswa yang menggelar demo di gedung DPRK Aceh Tengah juga menyanyikan lagu ‘Potong Bebek Angsa’.
Dalam lirik lagu itu terdapat sentilan untuk jabatan tiga periode, lirik yang dimaksud adalah "Gagal Ngurus Bangsa, Minta Tiga kali.
Bohong Kesana Bohong kesini, lalala....".
Nyanyian tersebut bergema di ruangan Sidang DPRK Aceh Tengah.
Bahkan, berulang dinyanyikan dihadapan sejumlah anggota dewan, diantaranya, Ketua DPRK Arwin Mega, para wakil ketua, Edi Kurniawan, dan Ansari, serta Fauzan, Eka Syahputra, Muchsin Hasan dan Salman.
Selain lagu ‘Potong Bebek Angsa’, ‘Buruh Tani’ dan lagu ‘Wakil Rakyat’ karya Iwan Fals turut disampaikan dihadapan anggota dewan. (r/bud)
Baca juga: Demo di Banda Aceh Sempat Tegang
Baca juga: Demo di Gedung DPRA, Mahasiswa Aceh Wanti-wanti Penyusup
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mahasiswa-geruduk-gedung-dprk-aceh-tengah_11-april-2022.jpg)