Bank Dunia
Bank Dunia Minta Negara Kurangi Ketergantungan pada China, Ini Alasannya
China yang sudah menjadi ekonomi terbesar kedua di dunia dan kemungkinan akan menjadi yang terbesar-memiliki peran besar, baik sebagai konsumen...
SERAMBINEWS.COM - Presiden Bank Dunia David Malpass menyebut negara-negara di seluruh dunia harus melakukan diversifikasi rantai pasok mereka dan mengurangi ketergantungan pada China, Selasa (12/4/2022).
Menurutnya, hal itu mungkin baik untuk semua orang.
Malpass mengatakan, perdagangan lintas batas akan tetap penting bagi ekonomi global.
China yang sudah menjadi ekonomi terbesar kedua di dunia dan kemungkinan akan menjadi yang terbesar-memiliki peran besar, baik sebagai konsumen maupun produsen barang.
Tetapi, berbicara di sebuah acara di Warsawa, Polandia, dia katakan, China juga perlu menjadi bagian dari sistem nilai yang dimiliki oleh negara lain dalam sistem perdagangan global. "Saya tidak tahu, apakah itu akan terjadi," katanya, seperti dilansir Reuters.
Ditanya tentang apakah China menuju krisis karena penguncian Covid-19 yang ketat dan masalah utang di sektor propertinya, Malpass mengatakan: "Mereka mengalami kemunduran, kemunduran besar di berbagai bidang, dan perkiraan pertumbuhan telah diturunkan".
Namun, dia menyebutkan, Bank Dunia terus bekerja sama dengan baik dengan China, yang merupakan pemegang saham utama. Bank Dunia juga bekerjasama dengan China untuk mendorong lebih banyak transparansi pinjamannya ke negara-negara berkembang.
"Jadi, saya kira cara saya memikirkannya adalah, dunia perlu berinteraksi dengan China, mengakui itu penting di dunia dan semakin penting," ujar Malpass.
Hanya, dia tidak percaya dunia menghadapi "momen Bretton Woods" baru, referensi ke konferensi 1944 yang mengubah arsitektur keuangan internasional dan menciptakan Bank Dunia juga Dana Moneter Internasional (IMF) di tengah reruntuhan Perang Dunia Kedua.
Sistem itu, dengan dollar AS sebagai intinya, "berfungsi dengan cukup baik", tambahnya.
"Pandangan saya adalah, kita tidak berada pada titik itu sekarang, sama sekali. Tidak ada perasaan dunia hilang," tegas Malpass. "Ada rasa persatuan sebagian besar dunia dalam satu upaya, yaitu mengakhiri perang di Ukraina".(*)
Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Bank Dunia: Negara-Negara di Seluruh Dunia Harus Kurangi Ketergantungan pada China"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pertemuan-perubahan-iklim-global-di-inggris.jpg)