Kamis, 16 April 2026

Gempa Rusia

Berjarak 8 Ribu Km, Kenapa Gempa Rusia Bisa Berdampak Tsunami ke Indonesia?

"Gempa ini berkekuatan 8,7 memang kawasan tersebut secara historis memang bisa terjadi gempa-gempa besar, dan ini juga menjadi pelajaran kita...

Editor: Nurul Hayati
Asahi News
TSUNAMI - Penampakan tsunami, Gempa bumi dahsyat di Semenanjung Kamchatka memicu tsunami di Timur Jauh Rusia. Gelombang tsunami melanda Kepulauan Kuril utara Rabu dini hari menyusul gempa bumi dahsyat di Samudra Pasifik, yang mendorong evakuasi penduduk dari kota pesisir Rusia Severo-Kurilsk, pejabat daerah telah mengonfirmasi. Meski berjarak 8.000 Km, gempa Rusia bisa berpotensi tsunami di Indonesia. 

"Gempa ini berkekuatan 8,7 memang kawasan tersebut secara historis memang bisa terjadi gempa-gempa besar, dan ini juga menjadi pelajaran kita bahwa gempa megathrust yang disampaikan ini, bukanlah sesuatu yang harus diragukan, tetapi ini ancaman nyata meskipun ini terjadi di Rusia," jelasnya.

SERAMBINEWS.COM - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari turut mengingatkan agar warga yang terdampak gempa Rusia tetap menjauhi pesisir pantai setelah tsunami pertama jika terjadi.

Muhari mengungkapkan hal tersebut perlu dilakukan karena tsunami yang melanda pertama kali belum tentu berkekuatan paling besar.

Dia mengatakan ada potensi tsunami susulan justru yang memiliki kekuatan terbesar dan dengan gelombang paling tinggi.

"Untuk tsunami yang melintasi samudera, itu gelombang pertama tidak harus yang terbesar. Biasanya gelombang terbesarnya datang itu pada gelombang ketiga, keempat, dan gelombang kelima," katanya.

Muhari menuturkan gelombang susulan tersebut diprediksi akan terjadi dalam hitungan jam.

"Masyarakat tidak hanya menjauhi pantai pada saat estimasi waktu tsunaminya datang. Tetapi juga tetap harus menjauhi pantai sampai beberapa waktu setelah peringatan dini atau waktu tiba tsunami (susulan) datang," jelasnya.

Ia mengatakan peringatan ini berkaca dari jatuhnya satu korban jiwa warga Jayapura, Papua, saat gempa berkekuatan magnitudo 9,0 mengguncang Jepang pada tahun 2011 silam.

Muhari mengungkapkan saat itu Indonesia turut terdampak gempa Jepang yaitu adanya gelombang tsunami. Namun tinggi gelombang tersebut tidak sampai 50 cm.

Namun, hal tersebut tidak menjamin ketika ternyata ada korban jiwa dari Indonesia akibat gempa Jepang.

KAMCHATKA - Foto Semenanjung Kamchatka yang diambil dari Google Earth hari Rabu, (30/7/2025). Gempa dengan magnitudo 8,7 mengguncang Kamchatka, Rusia bagian timur, pada hari Rabu, (30/7/2025), pukul 08.25 waktu setempat. (Tangkapan layar Google Earth)
KAMCHATKA - Foto Semenanjung Kamchatka yang diambil dari Google Earth hari Rabu, (30/7/2025). Gempa dengan magnitudo 8,7 mengguncang Kamchatka, Rusia bagian timur, pada hari Rabu, (30/7/2025), pukul 08.25 waktu setempat. (Tangkapan layar Google Earth) (Tangkapan layar Google Earth)

Baca juga: Warga Gorontalo Mengungsi, BMKG Peringatkan Gelombang Tsunami Dampak Gempa Rusia Sudah Sampai Guam

"Sekali lagi, kalau kita bicara tsunami, tsunami (setinggi) 50 cm pun bisa membunuh. Kita bisa melihat pengalaman kita di 2011, ada satu korban jiwa di Jayapura."

"Ini satu dari dua korban jiwa pada saat tsunami 2011 Jepang di luar Jepang-nya," jelas Muhari.

Muhari meminta agar masyarakat kembali ke pesisir pantai dan beraktivitas seperti biasa ketika sudah ada pencabutan peringatan tsunami secara resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Gempa berkekuatan magnitudo 8,7 mengguncang Kamchatka, Rusia, Rabu (30/7/2025) waktu setempat.

Gempa dahsyat itu ternyata juga berdampak ke negara-negara lain, termasuk Indonesia.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved