Peristiwa
Anggota DPRK Sesalkan Insiden Viral Mobil Dinas Kasat Pol PP & WH Gayo Lues Tabrakan dengan Ambulans
Ketua Komisi A DPRK Galus Idris Arlem, kepada Serambinews.com, Kamis (14/4/2022) mengaku sangat menyesalkan atas insiden yang terjadi di lintasan Aceh
Penulis: Rasidan | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Rasidan I Gayo Lues
SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Anggota DPRK menyayangkan insiden mobil dinas salah satu pejabat di Gayo Lues (Galus) yang diduga menghalangi jalur mobil ambulans di lintasan Aceh Barat tujuan Banda Aceh.
Insiden tersebut kemudian sempat viral setelah diserempet dan disenggol oleh mobil ambulans tersebut.
Mobil dinas Kijang Innova Rebon BL 42 B yang merupakan mobil dinas Kasat Pol PP dan WH Galus diserempet dan disenggol oleh mobil ambulans yang diduga membawa pasien darurat Rabu 13 Maret 2022.
Ketua Komisi A DPRK Galus Idris Arlem, kepada Serambinews.com, Kamis (14/4/2022) mengaku sangat menyesalkan atas insiden yang terjadi di lintasan Aceh Barat Banda Aceh tersebut, karena diduga tidak memberi jalan atau celah untuk mobil ambulans yang diduga membawa pasien darurat.
Anggota DPRK dari fraksi Demokrat itu mengatakan, kini insiden jadi viral dan dinilai sangat memalukan nama daerah.
• VIDEO Penjelasan Mobil Dinas Kasatpol PP Gayo Lues Halangi Ambulans di Banda Aceh
"Melihat dalam video yang sudah beredar luas tersebut, mobil dinas Kasat Pol PP/WH tidak ada sedikit pun memberikan kode atau aba-aba (isyarat) lampu menyala mengambil jalan ke kanan atau kekiri, nampak jelas maju terus dan lurus saja, sehingga dalam video yang berdurasi 1 menit itu langsung diserempet dan senggol oleh sopir ambulans dari belakang dan pada bagian kaca spionnya," sebutnya.
"Setelah memperhatikan video yang lagi viral itu, kalau mobil dinas Kasat Pol PP/WH yang ada di depan memberikan kode atau isyarat lampu kanan, kami kira mobil ambulans tidak sempat mendahuluinya pertanda ada kenderaan ramai di depan mobil dinas dengan nomor polisi BL 42 B tersebut," lanjutnya.
Seharusnya, kata dia, sopir kepala dinas itu paham dan mengerti rambu-rambu lalulintas, apalagi seorang sopir Kepala Satpol PP dan WH.
"Perlu pembinaan dan pelatihan terhadap sopir-sopir pejabat atau kepala dinas sehingga insiden yang memalukan itu tidak terulang kembali," sebutnya.
Kasat Pol PP dan WH Provinsi Aceh, Jalaludin dikonfirmasi Serambinews.com mengaku ada melihat di medsos atas insiden tersebut.
"Tadi Kasat Pol PP Galus ada di kantor saya, sifatnya koordinasi dan konsultasi saja," sebut Kasat Pol PP dan WH Aceh yang mengaku sedang rapat dengan Gubernur di Anjong.(*)