Breaking News:

Dugaan Korupsi

Kejari Bireuen Usut Dugaan Penyimpangan Pengelolaan Program Simpan Pinjam di Jeumpa

Tim Kejari Bireuen awalnya menerima informasi tentang pengelolaan dana simpan pinjam tersebut diduga terjadi kekeliruan. Berdasarkan penyelidikan tim

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Kajari Bireuen Mohammad Farid Rumdana SH MH. 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Tim Kejaksaan Negeri Bireuen sejak beberapa waktu lalu melakukan penyelidikan secara intensif informasi kekeliruan dalam hal pengelolaan dana Simpan Pinjam Perempuan (SPP) program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Kecamatan Jeumpa, Bireuen.

Kejari Bireuen, Mohammad Farid Rumdana SH MH mengatakan itu dalam jumpa pers, Kamis (14/04/2022).

Tim Kejari Bireuen awalnya menerima informasi tentang pengelolaan dana simpan pinjam tersebut diduga terjadi kekeliruan.

Berdasarkan penyelidikan tim kejaksaan terhadap pengelolaan dana SPP sejak bulan lalu, ditemukan berbagai tindak perbuatan melawan hukum yang mengarah pada tindak pidana.

Di antaranya mulai proses pengajuan, verifikasi pencairan hingga pembayaran kembali dana SPP yang mengalami kemacetan, serta menimbulkan tunggakan mencapai Rp 2 miliar lebih, dari pengembalian pokok pinjaman diduga terjadi tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana tersebut.

Kejari Bireuen didampingi Kasi Intelijen, Muliana SH mengatakan, berdasarkan temuan tersebut, maka sejak Kamis (14/04/2022), penyelidikan kasus tersebut ke tahap penyidikan.

“Dapat saya sampaikan bahwa dalam hal ini tim akan terus berupaya untuk menemukan titik terang ada tidaknya dugaan tindak pidana yang terjadi dan siapa saja pihak-pihak yang bertanggung jawab atas perbuatan tersebut,” ujar Kajari.

Ditambahkan, tim berkomitmen akan menyelesaikan kasus ini sampai dengan proses penuntutan.

Menurut Farid Rumdana, dengan dimulainya penyidikan dugaan tipikor dana PNPM di Kecamatan Jeumpa, maka tidak tertutup kemungkinan beberapa kecamatan lain juga akan diusut, sehingga para pelaku penggelapan uang rakyat itu dapat ditindak tegas, sesuai hukum yang berlaku.

“Kami segera memeriksa saksi-saksi serta memintai keterangan mereka, saat ini tim kejaksaan sudah mengantongi sederet nama yang diduga kuat ikut terlibat,” ungkap Farid Rumdana.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved