Breaking News:

Video

Kilas Balik Masjid Haji Keuchik Leumiek Banda Aceh, Impian Sang Saudagar Sekaligus Tokoh Pers Aceh

Masjid HKL diresmikan pada 28 Januari 2019, meski demikian masjid ini telah mendatangkan ustadz-ustadz nasional

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Syamsul Azman

SERAMBINEWS.COM - Masjid Haji Keuchik Leumiek (HKL) Banda Aceh, masjid yang kian dikenal baik di Aceh, nasional bahkan mancanegara.

Masjid HKL diresmikan pada 28 Januari 2019, meski demikian masjid ini telah mendatangkan ustadz-ustadz nasional dan qori-qori internasional, seperti Ustadz Abdul Somad dan sebagainya.

M Zawir Ghivari, putra dari H Kamaruzzaman HKL serta cucu dari H Harun Keuchik Leumiek, pada Serambi on TV, Rabu (13/4/2022) menyampaikan selama Ramadhan 1443 H, kegiatan keagamaan terus dilaksanakan seperti Tadarus Alquran yang diisi oleh qori internasional maupun provinsi.

Selain itu, dilaksanakan Tahsin Alquran bekerjasama dengan Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT), dari lima sampai 15 Ramadhan.

Sebelum pelaksanaan shalat tarawih di Masjid HKL, ada pula pengajian yang dilaksanakan sampai 27 Ramadhan, sebab pada tiga hari terakhir Ramadhan, akan dilaksanakan penerimaan zakat fitrah.

Baca juga: Puasa Menguji Keimanan, Menahan Diri Dari Yang Halal, Khutbah di Masjid Haji Keuchik Leumiek

Mengulas lebih dalam, Masjid Megah ini terletak di Gampong Lamseupeung, Kecamatan Luengbata, Banda Aceh.

Proses pembangunan Masjid Haji Keuchik Leumiek tergolong cepat, hanya menghabiskan waktu selama 29 bulan.

Pembangunan Masjid Haji Keuchik Leumiek ini merupakan impian dari Alm Haji Harun, Sang Saudagar sekaligus Tokoh Pers Aceh, ia telah lama memendam impian membangun masjid, namun pada tahun 2019, impian tersebut akhirnya terwujud.

Sebelumnya kendala untuk mewujudkan impian membangun masjid ialah tidak ada lahan, suatu ketika ketika H Harun sedang duduk di balai pengajian menunggu adzan, tanpa sengaja ia terpikir untuk membangun masjid pada lahan kosong yang selama ini selalu ia lewati.

Mendapat ide tersebut, H Harun menyampaikan keinginannya membangun masjid kepada istri yakni Salbiah lalu sang istri merespon baik dan mendukung penuh.

Baca juga: VIDEO Perbaiki Bacaan Alquran Bersama Alumni Timur Tengah di Masjid Haji Keuchik Leumiek Banda Aceh

Setelah mendapat persetujuan dari istri, H Harun menyampaikan ide tersebut pula kepada putranya, yakni H Kamaruzzaman HKL, put ranya juga menyetujui dan mendukung penuh, namun dengan empat syarat.

Syarat pertama adalah Masjid yang dibangun harus sebagus mungkin. Syarat kedua, biaya pembangunan masjid berasal dari keluarga atau tidak menerima bantuan sampai masjid selesai. Syarat ketiga, nama masjid ditabalkan nama Haji Keuchik Leumiek (ayanda H Harun) dan syarat terakhir tidak memberitahukan kepada siapapun mengenai biaya pembangunan.

Narator: Firdha Ustin
Editor: Syamsul Azman

Baca juga: VIDEO POPULER BAHASA ACEH Suzuya Terbakar, Truk Terjun ke Laut sampai Trik Panen Sawit di Singkil

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved